Triwulan III 2021, Apindo Prediksi Ekonomi Jabar Tumbuh Positif
Pada akhir triwulan III 2021 mendatang, Apindo Jabar optimistis laju perekonomian provinsi ini akan kembali tumbuh positif. Pasalnya, saat ini ada sejumlah perpindahan pesanan barang yang semula diproduksi di Vietnam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pada akhir triwulan III 2021 mendatang, Apindo Jabar optimistis laju perekonomian provinsi ini akan kembali tumbuh positif. Pasalnya, saat ini ada sejumlah perpindahan pesanan barang yang semula diproduksi di Vietnam.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar Ning Wahyu Astutik meyakini, adanya perpindahan pesanan terutama produk alas kaki itu akan kemungkinan besar memberikan kontribusi terhadap ekonomi Jabar secara keseluruhan.
“Order itu pindah dari Vietnam karena negara itu sekarang sedang lock down imbas pandemi Covid-19. Makanya, order itu pindah ke Indonesia. Kita tahu, manufaktur Vietnam itu nomor dua terbesar untuk produk branded. Indonesia ada di nomor tiga untuk industri padat karya itu,” kata Ning, Rabu (11/8/2021).
Lantaran hal itu, dia meyakini pesanan produk alas kaki dan garmen branded untuk manufaktur di Tanah Air akan meningkat. Ujungnya, perekonomian akan tumbuh. Sebab, industri manufaktur di Jabar memiliki kontribusi selatif signifikan.
“Karenanya, pertumbuhan ekonomi di Jabar pada triwulan II 2021 sebesar 6,13% itu nanti pada triwulan III 2021 kemungkinan angkanya akan meningkat lagi,” ujarnya.
Guna meningkatkan produktivitas tersebut, Ning menegaskan kunci utamanya yakni vaksinasi. Opsi tunggal itu kudu dilakukan agar pabrik-pabrik kembali ke kapasitas produksi optimal. Vaksinasi tersebut harus segera diakselerasi agar perusahaan besar merasa aman untuk terus berproduksi.
Terkait vaksinasi, Ning menyebutkan sejauh ini sekitar 610 perusahaan yang memiliki 320 ribu karyawan sudah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Dalam waktu dekat, Apindo bersama TNI/Polri terus menggenjot vaksinasi. Strategi itu ditempuh karena dinilainya agar kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak berkepanjangan.
Teranyar, dia menyebutkan dunia usaha menginisiasi sentra vaksinasi Silih Tulungan. Berkolaborasi dengan Pemprov Jabar, Pemkab Karawang, BPJS Ketenagakerjaan, Kodam III Siliwangi, dan lainnya Apindo Jabar menggelar sentra vaksinasi Silih Tulungan di Kawasan Industri Surya Cipta, Kabupaten Karawang. Sentra vaksinasi itu dilakukan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Jabar.
Di Sentra Vaksinasi Silih Tulungan itu, kata dia, para pengusaha yang mendaftarkan karyawannya disuntik vaksin diwajibkan membayar Rp200 ribu per orang. Targetnya, sentra vaksinasi itu diikuti 30 ribu peserta. Dana yang terkumpul dari para pengusaha itu diakuinya untuk memberikan subsidi silang terhadap warga sekitar. Sebab, tak hanya karyawan pabrik, guna mewujudkan herd immunity itu pun vaksinasi diikuti masyarakat sekitar pabrik seperti petani, nelayan, masyarakat umum pun diikutsertakan secara gratis.
“Dalam sentra vaksinasi itu, 60% peserta merupakan karyawan dan 40% mayarakat sekitar pabrik. Apindo Jabar juga menyumbangkan 500 paket sembako untuk warga yang mau disuntik vaksin. Fasilitas vaksinasi ini selanjutnya akan hadir di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Subang, dan Kota Depok yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi Jabar,” jelasnya.
Dia menambahkan, hambatan untuk mempercepat vaksinasi itu terletak pada ketersediaan vaksin Covid-19. Untuk itu, Ning menyebutkan pihaknya menggandeng TNI/Polri guna mendapatkan pasokan vaksin.
“Intinya, untuk vaksinasi ini para pengusaha mau membantu dan mendukung. Karena akselerasi vaksinasi ini kunci utama agar PPKM tidak terus diperpanjang,” ujar Ning.
Sebelumnya, program pemulihan ekonomi mulai menampakkan hasil. Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar merilis, dibandingkan periode yang sama tahun lalu ekonomi Jabar pada triwulan II 2021 itu tumbuh 6,13% (yoy). Perbaikan ekonomi itu terlihat sebab usai empat triwulan terakhir ekonomi Jabar terkontraksi karena dampak pandemi Covid-19.
“Secara year on year ekonomi Jabar pada triwulan ini tumbuh melejit 6,13%. Sedangkan, secara kumulatif hingga triwulan II 2021 tumbuh 2,54%,” kata Kepala BPS Jabar Dyah Anugrah Kuswardani, Kamis (5/8/2021).
Menurutnya, pertumbuhan tersebut merupakan buah penanganan ekonomi melalui program pemulihan ekonomi baik pada level nasional maupun Jabar yang dilakukan pemerintah. Termasuk, kemampuan masyarakat dan dunia usaha dalam berinovasi untuk tetap bertahan di tengah pandemi. (dnr)
Editor : Doni Ramdhani


