2022, OJK KR 2 Jabar Optimistis Kinerja Industri Jasa Keuangan di Jabar Tetap Tumbuh Positif

OJK KR 2 Jabar meyakini kinerja Industri Jasa Keuangan di sepanjang 2022 ini bakal tumbuh positif yang didorong stabilitas sektor keuangan.

2022, OJK KR 2 Jabar Optimistis Kinerja Industri Jasa Keuangan di Jabar Tetap Tumbuh Positif
Pada 2022 ini, OJK KR 2 Jabar optimistis kinerja Industri Jasa Keuangan di Jabar tetap tumbuh positif.

INILAHKORAN, Bandung - Sepanjang 2022 ini, OJK KR 2 Jabar meyakini kinerja Industri Jasa Keuangan di Jabar relatif tumbuh positif. Hal itu didorong terjaganya stabilitas sektor keuangan pada 2021 kemarin.

Kepala OJK KR 2 Jabar Indarto Budiwitono mengatakan, stabilitas sistem keuangan Jabar sejauh ini berada dalam kondisi terjaga. Di sektor Industri Jasa Keuangan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masyarakat tumbuh sebesar 8,64% (yoy)

"Seiring pertumbuhan DPK itu penyaluran kredit atau pembiayaan juga tumbuh positif sebesar 6,17% (yoy). Berdasarkan hal itu, kami optimistis pada 2022 ini kinerja Industri Jasa Keuangan di Jabar akan tetap tumbuh positif," kata Indarto di kantor Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional atau OJK KR 2 Jabar, Jumat 28 Januari 2022.

Baca Juga: OJK: Pandemi, Industri Jasa Keuangan di Jabar Tumbuh 6,88 Persen

Menurutnya, di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut risiko kredit perbankan di Jabar pun masih pada level yang manageable dan membaik dari periode sebelumnya. Indikatornya, rasio non-performing loan (NPL) gross Desember 2021 tercatat sebesar 3,51% (Desember 2020: 3,90%).

Terkait penetrasi pasar modal di Jabar, Indarto menyebutkan jumlah single investor identification (SID) tercatat bertumbuh 115% menjadi sebanyak 1,5 juta. Jumlah itu berkontribusi sebesar 21,3% dari total SID nasional dan menempati posisi pertama diikuti Jakarta dan Jawa Timur. Adapun transaksi saham per Desember 2021 mencapai Rp441 triliun atau sekitar 9,1% dari transaksi nasional.

Secara umum, dia menyebutkan pada 2022 ini OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional pada kisaran 7,5±1 persen dan DPK tumbuh di rentang 10±1 persen.

Baca Juga: Inilah Daftar 151 Pinjol Ilegal yang Diblokir Satgas Waspada Investasi OJK

OJK juga memperkirakan penghimpunan dana di pasar modal akan meningkat di kisaran Rp125-175 triliun. Sedangkan, piutang pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan juga akan tumbuh sekitar 12±1 persen.

Aset perusahaan asuransi jiwa serta aset perusahaan asuransi umum dan reasuransi diperkirakan tumbuh 4,66 persen dan 3,14 persen. Sementara, pertumbuhan aset dana pensiun akan mencapai 6,47 persen.

Untuk mencapai proyeksi tersebut, OJK menetapkan lima kebijakan prioritas di 2022 yang ditujukan untuk terus memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional serta terus meningkatkan edukasi dan perlindungan konsumen. Di antaranya, dengan memperkuat kebijakan transformasi digital di sektor Industri Jasa Keuangan.

Baca Juga: OJK dan BI Jabar Berikan Bantuan 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pelaku Usaha dan Warga Garut

"Untuk itu, OJK KR 2 Jabar bersama pemerintahan daerah di Jabar, Industri Jasa Keuangan, dan stakeholder lainnya senantiasa berupaya meningkatkan akses keuangan masyarakat yang diyakini akan dapat mendorong pemulihan ekonomi nasional dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui implementasi program kerja TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) Jabar," jelasnya.

Dia menambahkan, TPAKD Jabar mendapatlam penghargaan TPAKD Award 2021 sebagai Provinsi Terbaik dalam Implementasi Pembiayaan Melalui Pola Kemitraan. (*)


Editor : inilahkoran