Rasio NPL Rendah, OJK Acungi Jempol Kinerja Kredit Mesra bank bjb
OJK Kantor Regional 2 Jabar mengapresiasi rendahnya NPL Kredit Mesra milik PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 2 Jabar mengapresiasi rendahnya NPL Kredit Mesra milik PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb).
Kepala OJK Kantor Regional 2 Jabar Indarto Budiwitono mengakui, produk Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) itu relatif berhasil. Pasalnya, selain bisa meningkatkan perekonomian masyarakat unbankable, sebagai produk Kredit Mesra itu pun sejauh ini rasio non performing loan (NPL) relatif rendah.
“Setelah beberapa tahun dijalankan, produk Kredit Mesra bank bjb ini bagus. Rata-rata NPL-nya di bawah 1%. Angkanya hanya 0,7-0,9%. Artinya prosesnya bagus,” kata Indarto, belum lama ini.
Baca Juga: 2022, OJK KR 2 Jabar Optimistis Kinerja Industri Jasa Keuangan di Jabar Tetap Tumbuh Positif
Dia menjelaskan, bank bjb menggulirkan kredit mikro ini dengan pola kemitraan. Lantaran satu individu itu terbilang unbankable, bank bjb menciptakan Kredit Mesra yang digelontorkan kepada satu kelompok tertentu yang berada di rumah peribadatan.
Pada 2021, Indarto menjelaskan Kredit Mesra jumlahnya mencapai Rp8,4 miliar dengan total 3.042 number of account (NoA). Dari total pembiayaan yang disalurkan itu persentase NPL pada 2021 tercatat hanya 0,94%.
“Pembiayaan yang ditujukan untuk melawan rentenir ini pada 2021 bisa menjangkau 708 kelompok, 479 desa, 160 kecamatan, 18 kabupaten, 6 kota, dan 405 rumah ibadah. Program kemitraan ini relatif bagus,” ujarnya.
Baca Juga: Ribut-ribut Izin Usaha OVO Dicabut OJK, Ternyata Begini Duduk Perkaranya
Indarto menuturkan, proses yang dijalankan bank bjb mencari calon penerima pembiayaan itu terbilang sebuah terobosan yang patut ditiru. Sebab, Dalam proses pengucuran kredit itu melibatkan kelompok yang berada di rumah peribadatan.
“Artinya, satu kelompok tertentu dalam rumah ibadah itu tanggung renteng untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian kreditnya. bank bjb pun membiasakan masyarakat untuk membayar kembali kredit yang telah didapat. Karena setiap individu yang berada dalam kelompok itu nggak mau orang lain menderita karena dia tidak membayar,” jelasnya.
Baca Juga: OJK: Pandemi, Industri Jasa Keuangan di Jabar Tumbuh 6,88 Persen
Untuk itu, pihaknya mendorong bank bjb bisa melanjutkan produk yang notabene sebagai upaya memberantas keberadaan rentenir yang menyusahkan masyarakat itu. Bahkan, dia menyebutkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun dalam setiap kesempatan kerap mempromosikan dan declare keberadaan pola Kredit Mesra yang membantu masyarakat.
“Nantinya, kalau ke depan penerima Kredit Mesra itu usahanya relatif stabil, mandiri, dan bankable maka untuk melanjutkan usaha mereka itu bisa mendapatkan pinjaman yang lebih besar lagi,” ujar Indarto. (dnr)
Editor : inilahkoran


