BUMDes untuk Kesejahteraan Desa

Potensi perekonomian desa di Jabar ke depan akan dioptimalkan. BUMDes diproyeksikan menjadi lokomotif kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

BUMDes untuk Kesejahteraan Desa
Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengatakan keberadaan BUMDes bisa meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

INILAHKORAN, Bandung - Potensi perekonomian desa di Jabar ke depan akan dioptimalkan. BUMDes diproyeksikan menjadi lokomotif peningkatan kesejahteraan dan pemerataan ekonomi.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum bahkan menilai tak layak jika orang desa menjadi warga miskin. Sebab, desa sebenarnya diakui mempunyai potensi luar biasa. Mulai dari sektor pertanian, perikanan hingga lainnya.

Lantaran potensi tersebut, orang nomor dua di Jabar itu mengharapkan generasi muda desa yang bersekolah di kota sebaiknya tidak bekerja di kota melainkan kembali ke desa untuk membangun desanya. Terlebih, di desa kini terdapat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang akan diberdayakan optimal. Tak hanya itu, ada sejumlah program desa lainnya di Jabar semisal Desa Wisata, Patriot Desa, dan Digitalisasi Desa.

Baca Juga: Desa Jadi Fokus Perhatian Peningkatan Kesejahteraan, Pemprov Jabar Berdayakan BUMDes

“Saya berharap orang yang sekolah di kota jangan kerja di kota. Kembali ke desa Untuk membangun desanya sendiri,” kata Uu saat launching BUMDes menjadi Agen Laku Pandai PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Senin 28 Maret 2022.

Dia mengatakan, saat ini sebesar 67% masyarakat Jabar berada di kota dengan alamat asalnya berada di desa. Kalau hal itu dibiarkan, Uu menyebutkan masyarakat di perkotaan akan berjubel. Ujungnya, tingkat kebutuhan di perkotaan akan meningkat.

“Di situ, tidak menutup kemungkinan ada masalah kriminal. Ini karena persaingan semakin ketat. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk kembali ke desa dan membangun tanah kelahirannya,” jelasnya.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Ulum Harap Orang Desa yang Bersekolah di Kota agar Kembali ke Desa untuk Membangun

Pemprov Jabar diakuinya kini menilai desa menjadi fokus peningkatan kesejahteraan. Salah satu program yang dijalankan yakni memberdayakan BUMDes untuk pemerataan ekonomi. Tanpa mengabaikan wilayah perkotaan, saat ini desa menjadi fokus perhatian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemberdayaan BUMDes bisa menjadi alternatif solusi.

Sedangkan, Sekda Garut Nurdin Yana mengatakan pola kemitraan perbankan dan pihak lainnya dengan desa melalui BUMDes dapat membuat desa mepunyai pemasaran yang jelas berkaitan produk-produk dihasilkan masyarakat.

“Dalam hal ini, bank bjb nantinya akan memberikan modal untuk dijadikan sebagai starting point bagi BUMDes agar dapat membeli barang yang diproduksi masyarakat yang selanjutnya dibeli masyarakat yang membutuhkan," kata Nurdin.

Baca Juga: Bandung bjb Tandamata Juara Proliga, Pemprov Jabar Langsung Kucurkan Bonus

Dia menyebutkan, saat ini ada sebanyak 41 BUMDes di Garut yang sudah bekerja sama menjadi Agen Laku Pandai bank bjb dan menjalin kemitraan dengan sejumlah pihak. Nurdin menuturkan, BUMDes Barokah Jaya merupakan salah satu unit yang paling menonjol dengan melakukan pola kerja sama dengan berbagai instansi. Hal itu memudahkan beberapa pelayanan, salah satunya pembayaran pajak kendaraan.

Kepala Desa Wanajaya Iif Firman Nurdin menambahkan, BUMDes Barokah Jaya yang berdiri sejak Agustus 2015 itu telah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi. Salah satunya bank bjb Cabang Garut.

“Ini satu sejarah di mana BUMDes bisa menjawab tantangan masa depan,” ujarnya yakin.

Baca Juga: bank bjb Kolaborasi dengan LPEI Dorong Ekspor Indonesia

Sementara itu, Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan pihaknya senantiasa mendukung Pemprov Jabar dalam program membangun desa demi pemerataan ekonomi. Dia menjelaskan, bank bjb Cabang Garut menggandeng Pemkab Garut untuk memberdayakan BUMDes dengan pendekatan pentahelix.

"Kita, bank bjb mendukung usaha pemerintah dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan potensi desa yang dapat membuka akses layanan perbankan melalui Agen Laku Pandai,” kata Widi.

Menurutnya, program Satu BUMDes Satu Agen Laku Pandai bank bjb memiliki potensi yang menjanjikan karena dapat menjadi pintu pengembangan bisnis seperti produk Kredit Mesra, DPLK bank bjb, serta penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Pengembangan dan pemberdayaan potensi desa yang dilakukan bank bjb membuka akses layanan perbankan sehingga meningkatkan inklusi keuangan. (zainulmukhtar/dnr)


Editor : inilahkoran