Triwulan II 2026, Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen

BPS Jabar mencatat ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen secara tahunan (yoy). Angka itu terhitung lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,2

Triwulan II 2026, Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen
Dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, dia menegaskan pertumbuhan ekonomi Jabar sepanjang triwulan II 2026 berada pada posisi kedua dengan 5,73 persen, di bawah DI Yogyakarta yang mencapai 5,75 persen. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Laju pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan II 2026 menunjukkan kinerja yang tetap kuat di tengah situasi global yang masih tidak menentu. 

BPS Jabar mencatat ekonomi Jabar tumbuh 5,73 persen secara tahunan (yoy). Angka itu terhitung lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, dia menegaskan pertumbuhan ekonomi Jabar sepanjang triwulan II 2026 berada pada posisi kedua dengan 5,73 persen, di bawah DI Yogyakarta yang mencapai 5,75 persen.

Kepala BPS Jabar Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB), ekonomi Jabar pada triwulan II 2026 mencapai Rp486,11 triliun atas dasar harga konstan dan Rp833,95 triliun atas dasar harga berlaku. 

"Selain tumbuh 5,73 persen secara tahunan, ekonomi Jabar juga tumbuh 2,25 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (qtq), sementara secara kumulatif semester I 2026 tumbuh 5,76 persen" kata Ari di Bandung, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, dari sisi lapangan usaha, sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian Jawa Barat dengan kontribusi 39,71 persen terhadap PDRB triwulan II 2026

Berdasarkan sumber pertumbuhan, industri pengolahan juga menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi dengan angka sebesar 1,02 persen, disusul sektor konstruksi sebesar 0,26 persen dan sektor perdagangan sebesar 0,23 persen. Sedangkan berdasarkan laju pertumbuhan, yang paling tinggi adalah administrasi pemerintahan sebesar 12,67 persen.

Dari sisi PDRB pengeluaran triwulan II 2026, struktur pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga sebesar 65,07 persen, PMTB sebesar 24,51 persen, konsumsi pemerintah sebesar 5,48 persen, net ekspor sebesar 4,19 persen, dan konsumsi LNPRT sebesar 0,70 persen.

Berdasarkan sumber pertumbuhannya, yang paling tinggi adalah konsumsi rumah tangga sebesar 1,59 persen, diikuti PMTB sebesar 0,71 persen, dan konsumsi pemerintah sebesar 0,38 persen. Sedangkan berdasarkan laju pertumbuhannya yang paling tumbuh adalah konsumsi pemerintah sebesar 7,96 persen, diikuti konsumsi LNPRT sebesar 4,36 persen, dan PMTB sebesar 3,10 persen.

Dia juga menyampaikan struktur, laju dan sumber pertumbuhan ekonomi triwulan II 2026 secara yoy di Jabar dibandingkan triwulan II 2025. Menurutnya. secara yoy struktur PDRB tetap didominasi sektor industri sebesar 39,71 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 14,26 persen, dan sektor pertanian sebesar 9,05 persen.

“Sektor industri juga secara sumber pertumbuhan ekonomi berada pada posisi teratas dengan angka mencapai 1,96 persen, diikuti sektor perdagangan sebesar 0,64 persen, dan sektor transportasi sebesar 0,57 persen," rinci Ari.


Editor : Doni Ramdhani