Ekspor Jabar Masih Tumbuh, Meski Geopolitik Global Memanas
Meskipunj geopolitik Timur Tengah antara Amerika, Iran dan Israel memanasa ekspor Jawa Barat tetep tumbuh
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kinerja ekspor Jawa Barat masih menunjukkan tren positif di awal 2026, meski geopolitik global antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel tengah memanas.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani mengungkapkan, hingga Februari 2026, ekspor Jabar masih bertumbuh dan berada dalam posisi surplus. Meski begitu, pihaknya belum dapat memberikan gambaran lengkap untuk Maret karena data belum sepenuhnya tersedia.
"Kami bicaranya adalah sampai bulan Maret, karena April kita belum mendapatkan report. Alhamdulillah, posisi ekspor kita sampai bulan Februari, itu posisinya masih dalam posisi bertumbuh," ujar Nining, Minggu (26/4/2026).
Ia menambahkan, meski secara umum kondisi dua bulan pertama masih terjaga, pihaknya tetap mencermati perkembangan berikutnya di tengah ketidakpastian global.
"Maret saya belum bisa komentar, tapi kalau melihat dari posisi yang dua bulan kemarin, masih oke dan kita masih surplus. Impornya lebih besar daripada ekspor," katanya.
Di balik angka yang masih positif, tekanan mulai terasa di lapangan. Pelaku usaha ekspor mengeluhkan adanya hambatan dalam proses pengiriman barang ke luar negeri, termasuk keterlambatan di pabean.
"Tapi kemudian kita juga mendengar keluhan dari ekspor, sekarang banyak barang-barang yang akan ekspor itu mengalami keterlambatan di pabean, karena yang tadi di posisi akan pengirimannya mengalami kesulitan, plus negosiasi harga," ungkapnya.
Menurut Nining, kondisi geopolitik yang memanas memicu kenaikan biaya logistik dan premi asuransi. Hal ini menjadi tantangan baru bagi pelaku ekspor, karena berpotensi meningkatkan biaya produksi dan distribusi.
"Karena akan ada peningkatan biaya untuk logistik dan asuransi. Ini yang akan mungkin jadi penghambat," jelasnya.
Mengantisipasi dampak tersebut, Disperindag Jabar melakukan langkah mitigasi dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perdagangan, guna mencari solusi yang dapat meredam tekanan eksternal.
"Ini yang berusaha kita lakukan mitigasi dengan melakukan komunikasi ke Kemendag, upaya-upaya yang dilakukan oleh pusat untuk bisa mengurangi dampak yang terjadi, karena adanya faktor eksternal tadi," katanya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong perluasan akses pasar bagi pelaku usaha. Strategi ini dilakukan dengan membuka peluang ke pasar tradisional maupun non-tradisional sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekspor tetap stabil.
"Kita berusaha tetap optimis, dan kenapa kita optimis? Selain kita berkomunikasi dengan pemerintah pusat, kita juga memberikan fasilitasi ke pelaku usaha untuk membuka akses pasar. Itu yang kita upayakan untuk membantu peningkatan ekspor," pungkasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

