El Nino Ancam Ketahanan Pangan, DKPP KBB Lakukan Langkah Ini
Dampak El Nino tersebut berpotensi membuat ratusan petak sawah di enam kecamatan di wilayah KBB mengalami kekeringan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengkhawatirkan dampak adanya perubahan iklim El Nino bakal mengancam ketahanan pangan di wilayahnya.
Pasalnya, dampak El Nino tersebut berpotensi membuat ratusan petak sawah di enam kecamatan di wilayah KBB mengalami kekeringan.
Hal itu diketahui dari pemetaan lahan pertanian rawan kekeringan berdasarkan jumlah sawah tadah hujan yang mengandalkan sistem pengairan dari air hujan yang terdata DKPP KBB tahun 2023.
"Ratusan petak sawah ini tersebar di Kecamatan Batujajar, Cihampelas, Cipatat, Cipongkor, Saguling, dan Sindangkerta," kata Kepala DKPP Bandung Barat Lukmanul Hakim, Rabu 14 Juni 2023.
Kendati demikian, terang Lukman, dari enam kecamatan, tiap luas lahan pertanian yang rawan kekeringan ini beragam.
"Yang jelas semuanya sawah tadah hujan, jadi kalau El Nino, sawah-sawah ini pasti gak ada air," terangnya.
Lukman mengakui, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Pemprov Jabar guna mencari solusi guna menekan angka kerugian terhadap petani imabas kekeringan lahan.
"Untuk antisipasi ini, kita harap Pemprov Jabar dan Kementan ikut andil mencari solusi," ujarnya.
Sebab, sambung dia, jika yang bertanggung jawab hanya Pemda KBB tentu terkendala dengan keterbatasan anggaran.
"Jadi harus semua pihak ikut terlibat dan mengalokasikan program penanggulangan," imbuhnya.
Sebagai langkah mitigasi, sebut Lukman, DKPP telah mengimbau para petani untuk mengubah jenis tanaman di lahan pertanian dari padi ke tumbuhan yang relatif tak membutuhkan air dalam jumlah besar, seperti palawija.
"Sebagai pencegahan, kita sudah tugaskan para penyuluh lapangan agar mengimbau petani menanam palawija atau tanaman yang tak membutuhkan air banyak," terangnya.
"Dengan begitu, mereka tetap produktif dan menghindari gagal panen," ucapnya.
Konsekuensi lain dampak El Nino tersebut, kata Lukman, kekeringan lahan pertanian berpotensi terjadi kerawanan pangan.
Oleh karenanya, tambah Lukman, DKPP bakal menambah cadangan pangan beras di Bulog supaya tatkala masyarakat kekurangan beras bisa diberi bantuan.
"Cadangan pangan di gudang Bulog yang dimiliki Pemda 10 ton. Kemarin sudah terpakai untuk bantuan di Saguling 3,5 ton. Jadi sisanya 6,5 ton," sebutnya.
"Nanti bulan Agustus saat puncak El Nino, kita akan lakukan tambahan lagi cadangan sekitar 8 ton," tukasnya. *** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti

