Elektabilitas Rudy Susmanto-Jaro Ade Tidak Signifikan dengan Jumlah Parpol Pengusung

Total 17 partai politik yang mendukung pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade tak berarti elektabilitas yang dikantongi sesuai dengan total raihan suara 17 partai politik tersebut yaitu 91 persen.

Elektabilitas Rudy Susmanto-Jaro Ade Tidak Signifikan dengan Jumlah Parpol Pengusung
Pasalnya, berdasarkan hasil survei politik Lembaga Study Visi Nusantara (LS-Vinus), pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade yang mendapatkan nomor urut 1 meraih elektabilitas sebesar 64,8 persen. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Total 17 partai politik yang mendukung pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade tak berarti elektabilitas yang dikantongi sesuai dengan total raihan suara 17 partai politik tersebut yaitu 91 persen.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei politik Lembaga Study Visi Nusantara (LS-Vinus), pasangan Rudy Susmanto-Jaro Ade yang mendapatkan nomor urut 1 meraih elektabilitas sebesar 64,8 persen.

Sementara, Raden Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman yang hanya didukung PDIP yang mendapatkan nomor urut 2 meraih elektabilitas sebesar 14,7 persen.

Raihan elektabilitas Raden Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman sebesar 14,7 persen ini tentunya mengalami peningkatan, karena presentase raihan suara di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 lalu hanya 8,59 persen.

Founder LS-Vinus Yusfitriadi menuturkan dengan hasil survei politik yang dilakukan 25 hingga 30 September kemarin menandakan banyaknya partai politik yang mendukung Rudy Susmanto-Jaro Ade tidak serta merta dengan raihan elektabilitas.

"Raihan elektabilitas Rudy Susmanto-Jaro Ade tidak signifikan dengan jumlah partai politik yang mengusungnya, ini tentunya menjadi pekerjaan rumah Tim Badan Pemenangan pasangan calon bupati-wakil bupati Bogor nomor urut 1," tutur Yusfitriadi kepada wartawan, Kamis 3 Oktober 2024.

Ia menjelaskan, Pilbup Bogor 2024 yang menjadi penentu adalah faktor figur dari pasangan Cabup-Cawabup Bogor dan bukan hanya faktor partai politik.

"Oleh karena itu, pasangan Cabup-Cawabup Bogor tidak hanya menggunakan mesin partai politiknya, tetapi juga harus dibantu tim relawan. Hal itu karena alasan memilih calon pemimpinnya 44,5 persen karena alasan popularitas ketimbang partai politik pengusungnya," jelas Yusfitriadi.

Ia menambahkan, juga berdasarkan hasil survey politik, 57,2 persen masyarakat Bumi Tegar Beriman tidak bakal goyah atau menggeser pilihan pasangan Cabup-Cawabup Bogornya.

Sementara, 24,5 persen masih bisa menggeser pilihan Cabup-Cawabup Bogornya dan 18,2 persen tidak menjawab questioner.

"Masyarakat atau pemilih rata-rata sudah ajeg atau mantap memilih calon pemimpinnya, tapi masih cukup besar juga yang bisa dipengaruhi hingga mengubah haluan pilihannya ke pasangan Cabup-Cawabup Bogor lainnya," tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani