Erwin : Gotong Royong Pilar Pembangunan Kota
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan, semangat gotong royong yang tumbuh dari lingkungan kelurahan dan RW merupakan pilar utama dalam pembangunan kota.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wakil Wali Kota Bandung, Erwin menegaskan, semangat gotong royong yang tumbuh dari lingkungan kelurahan dan RW merupakan pilar utama dalam pembangunan kota.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan yang tidak tergantikan.
“Selama 25 tahun, LPM Cipadung Kidul telah menunjukkan peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong keterlibatan masyarakat secara nyata,” kata Erwin, Sabtu 2 Agustus 2025.
Ia menilai, BBGRM dan ulang tahun LPM bukan hanya ajang seremonial. Tetapi juga momentum, untuk meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang menjadi bagian dari jati diri bangsa.
“gotong royong bukan sekadar warisan budaya, melainkan energi sosial yang mampu mempercepat pembangunan di tingkat lokal,” lanjutnya.
Erwin juga menekankan, pentingnya sinergi antara program pemerintah dan partisipasi warga. Menurutnya, keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat.
“Pemerintah hadir dengan program, namun kunci utamanya tetap ada pada kolaborasi dan kepedulian bersama,” ujar dia.
Ketua LPM Cipadung Kidul, Ajat Sudrajat menjelaskan, kegiatan BBGRM sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir dengan fokus utama pada normalisasi saluran air di enam RW sebagai upaya pencegahan banjir.
“Kami menggandeng Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga (DSDABM), UPT PU Gedebage dan seluruh unsur di kelurahan untuk menyukseskan program ini,” kata Ajat Sudrajat.
Ia juga menyebut, pembiayaan kegiatan berasal dari kombinasi dana APBD Kota Bandung dan swadaya masyarakat dengan komposisi 40 persen dari pemerintah dan 60 persen dari warga.
“Ini mencerminkan partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dan kesadaran bersama dalam membangun lingkungan,” ucapnya.
Tahun ini, LPM Cipadung Kidul juga memperkenalkan dua program baru, yaitu Nyala (Nyaah ka Lansia) dan Nyatim (Nyaah ka Anak Yatim) sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan.
“Melalui program ini, kami ingin terus menumbuhkan rasa empati dan kebersamaan dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” ujar dia.
Peringatan BBGRM tahun ini, diisi dengan berbagai kegiatan seperti apel warga, pembagian sembako dan alat tulis, penyerahan alat kebersihan, senam bersama, jalan santai dan lomba mewarnai untuk anak-anak.
Seluruh rangkaian acara, menjadi bukti nyata kerja sama antara pemerintah, warga dan LPM. *
Editor : Firda Rachmawati

