Fakta Baru Kasus Kematian Arya Daru, Pengacara: Dia Buka Situs Bunuh Diri Bukan untuk Dirinya

Pengacara keluarga Arya Daru mengungkapkan fakta baru terkait kasus kematian diplomat muda tersebut yang masih misteri.

Fakta Baru Kasus Kematian Arya Daru, Pengacara: Dia Buka Situs Bunuh Diri Bukan untuk Dirinya
kasus kematian Arya Daru

INILAHKORAN - Kuasa hukum keluarga diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), menegaskan bahwa kliennya tidak memiliki keinginan untuk mengakhiri hidup seperti yang ramai diberitakan.

Pengacara keluarga, Dwi Librianto, menyampaikan bantahan itu terkait kabar bahwa Arya pernah membuka situs mengenai bunuh diri pada 2013. 

Menurutnya, saat itu Arya tengah bertugas di Myanmar menangani kasus perdagangan manusia bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Dia memang pernah membuka website tentang bunuh diri, tapi itu bukan karena ingin melakukannya. Ia hanya ingin mempelajari seperti apa kasus bunuh diri, karena berkaitan dengan pekerjaannya,” ujar Dwi.

Selain itu, Dwi juga mengungkapkan dugaan lain terkait keberadaan Arya di rooftop Gedung Kemlu sebelum meninggal. Ia menilai Arya kemungkinan panik lantaran merasa diikuti orang tak dikenal. 

“Terlihat dari sikapnya yang berubah-ubah, sempat minta ke bandara, lalu ke kosan, akhirnya ke Kemlu. Bahkan tasnya pun ditinggal,” jelasnya.

Atas dugaan tersebut, pihak keluarga telah melayangkan surat permohonan resmi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sejak 28 Agustus 2025 untuk meminta pengungkapan kasus ini. Hingga kini, keluarga masih menunggu jawaban.

Kapolri sendiri memastikan bahwa Polri terbuka terhadap masukan dan pendampingan dari pihak eksternal agar kasus kematian Arya Daru bisa terungkap secara transparan. 

“Agar peristiwa ini benar-benar terang benderang, serta bisa dipertanggungjawabkan secara saintifik kepada keluarga dan publik,” tegasnya.

Sebelumnya, penyelidikan digital forensik mengungkap bahwa Arya pernah mengirimkan surel ke badan amal internasional yang menyediakan layanan bantuan bagi orang dengan tekanan emosional. 

Selain itu, Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) Himpsi juga menyebut Arya pernah mengakses layanan kesehatan mental secara daring pada 2013 dan 2021.

Meski begitu, keluarga besar Arya Daru menolak narasi bahwa sang diplomat memilih jalan bunuh diri. Mereka mendesak agar kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian misterius ini.


Editor : Firda Rachmawati