Fans Argentina Punya Keyakinan Unik, Simpan Foto Kapten Inggris di Freezer Agar Kalah
Foto kapten Inggris di simpan di dalam freezer oleh penggemar Argentina agar lawan negara mereka kalah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Jelang semifinal Argentina vs Inggris pada Kamis, 16 Juli 2026, penggemar melakukan segala cara agar tim mereka lolos ke babak final Piala Dunia 2026.
Para penggemar Argentina tidak mau mengambil risiko menjelang semifinal Piala Dunia melawan Inggris, mereka kini menyimpan nama kapten Inggris Harry Kane di dalam freezer.
Hal ini dilakukan penggemar Argentina dengan setia mengulangi ritual yang mereka yakini membawa keberuntungan bagi tim nasional di lapangan.
Praktik-praktik tersebut merupakan bagian dari tradisi panjang Argentina yang disebut 'cabalas', takhayul yang diyakini para penggemar dapat memengaruhi keberuntungan tim.
Saat juara bertahan Argentina bersiap menghadapi Inggris untuk memperebutkan tempat di final, para pendukung berpegang teguh pada rutinitas yang menurut mereka telah membantu meraih kemenangan di masa lalu.
Banyak penggemar yang menolak menyebut nama lawan, mengenakan jersey yang sama yang seringkali tidak dicuci, duduk di kursi yang sama, dan makan makanan yang sama sebelum setiap pertandingan, karena yakin bahwa mengubah apa pun dapat membawa sial bagi peluang tim Argentina untuk mengangkat trofi lainnya.
"Aku dan teman-temanku punya ritual," tutur Ines Mutri, gadis berusia 13 tahun. "Kami menulis nama pemain bintang dan penjaga gawang di selembar kertas yang sama dan membekukannya di dalam freezer," jelasnya.
"Kali ini kita akan membekukan Kane (kapten Inggris) karena dia pencetak gol terbanyak," tambahnya.
Di negara di mana sepak bola menginspirasi pengabdian yang hampir bersifat religius, penggemar mentatakan ritual-ritual seperti itu menawarkan rasa kendali atas hasil yang pada akhirnya tetap berada di luar pengaruh mereka.
Tradisi ini sudah mengakar kuat. Carlos Bilardo, pelatih yang memimpin Argentina meraih gelar Piala Dunia 1986, terkenal karena takhayulnya yang rumit, seperti menentukan urutan pemain memasuki lapangan, yang membantu mengukuhkan 'cabalas' dalam cerita rakyat sepak bola Argentina.
Bahkan pelatih Argentina saat ini, Lionel Scaloni, mengakui ritualnya sendiri. "Saya melangkah ke lapangan dengan kaki kanan dan membuat tanda salib," tuturnya selama turnamen.
Beberapa kebiasaan berkembang seiring waktu. Selama Piala Dunia 2026, para penggemar telah membagikan gambar yang dihasilkan AI di media sosial yang menunjukkan pemain lawan membeku dalam balok es, sebuah cara simbolis untuk mencegah lawan berbahaya bergerak, mencetak gol, atau melakukan penyelamatan.***
Editor : Irma Nurfajri

