Farhan Imbau Pemotongan Hewan Kurban Dilakukan di RPH
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau, masyarakat memotong hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memastikan proses yang aman, higienis dan sesuai syariat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau, masyarakat memotong hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memastikan proses yang aman, higienis dan sesuai syariat.
"Kepada saudara-saudaraku yang akan memotong hewan kurban, kalau memang sibuk, lebih baik langsung dibawa ke RPH," kata Farhan pada Selasa 3 Juni 2025.
Pihaknya menjelaskan, pemotongan di RPH Kota Bandung memiliki banyak keunggulan. Seperti fasilitas yang memadai, pengawasan teknis serta jaminan kebersihan.
Ia juga mengajak, masyarakat untuk segera mendaftarkan hewan kurban. Baik secara langsung maupun daring, melalui kanal resmi seperti akun Instagram Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
"Sudah bisa daftar sekarang, bisa langsung atau online. Cari informasinya di Instagram DKPP, lengkap di sana," ucapnya.
Farhan mengingatkan, agar masyarakat tidak menunda pendaftaran karena antrean pemotongan biasanya meningkat menjelang Iduladha. Saat ini, RPH milik Pemkot Bandung tersedia di dua lokasi yakni di Jalan Cirangrang (Kopo) dan kawasan Ciroyom.
Selain RPH pemerintah, rumah potong hewan milik swasta yang telah memenuhi standar kesehatan dan keagamaan juga dapat dimanfaatkan. Bagi warga yang memilih menyembelih hewan kurban secara mandiri, ia menekankan pentingnya menggunakan jasa bersertifikat.
"Jangan sembarangan. Pastikan yang memotong punya sertifikasi, karena menghadapi hewan yang mau dipotong itu butuh penanganan khusus," ujar dia.
Ia menambahkan, biaya pemotongan di RPH tergolong sangat terjangkau sekitar Rp35.000 per ekor untuk sapi yang sudah termasuk penggunaan fasilitas dan pengawasan teknis.
"Memang ada biayanya, tapi murah sekitar Rp35 ribu per ekor. Dan itu sudah termasuk fasilitas dan pengawasan," jelasnya.
Pihaknya juga membuka ruang bagi para penyembelih bersertifikat, untuk tetap dapat beroperasi di RPH sebagai bagian dari pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Khusus untuk sapi, Farhan menegaskan bahwa penggunaan RPH sangat dianjurkan karena penanganannya lebih kompleks dibandingkan domba atau kambing.
"Kalau sapi, iya harus ditangani khusus. Kalau domba mah kecil-kecil, jumlahnya juga banyak, beda perlakuannya," tandas dia. *
Editor : Ahmad Sayuti

