Farhan : Kerja Sama dengan Pemprov Jabar Kunci Solusi Masalah Sampah Bandung
Wali Kota Bandung Muhammaf Farhan menegaskan kunci permasalahan sampah di Kota Bandung bekerjsama dengan Pemprov Jabar
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pentingnya kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam menangani persoalan sampah yang menjadi tantangan utama di Kota Bandung.
"Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai mengajak kita berkolaborasi. Rencananya, waktu dekat ini kita akan berbicara dengan pak gubernur untuk mencari solusi bersama di Jawa Barat. Termasuk informasi kapan kita bisa memanfaatkan Legok Nangka," kata Farhan, Sabtu 7 Februari 2026.
Menurut Farhan, kapasitas pengelolaan sampah di Kota Bandung saat ini masih jauh dari ideal. Dari lima titik pembuangan yang tersedia, total kapasitas baru mencapai 80 ton. Padahal idealnya, setiap titik mampu menangani 80 ton sampah per hari.
"Kalau itu harus mengandalkan insinerator dan dengan kuota ke TPA Sarimukti, itu sangat berisiko. Potensi Sarimukti dinyatakan overloading bisa terjadi kapan saja. Kalau hasil kajian menyatakan overload, besok bisa langsung dihentikan. Minggu depan bisa saja ditutup," ucap Farhan.
Situasi tersebut, dikemukakan Farhan membuat Kota Bandung harus siap menghadapi kemungkinan kehilangan jatah pengolahan sampah yang biasanya tersedia sebesar 20 persen. Ia mengingatkan, keterbatasan kapasitas bisa berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kota Bandung.
"Karena itu saya selalu bilang ke teman-teman, potensi jatah 20 persen itu bisa hilang kapan saja. Kita harus siap-siap. Seperti kemarin bulan Oktober November, kita kaget karena tiba-tiba 30 truk sampah tidak bisa kembali. Bayangkan, tiap hari 30 truk menumpuk selama enam minggu tidak bisa dibuang," ujar dia.
Farhan menambahkan, kolaborasi dengan Pemprov Jabar sangat penting. Terutama memastikan penggunaan TPA Legok Nangka dapat menjadi solusi jangka panjang bagi pengelolaan sampah di Kota Bandung. "Kami juga tengah menyiapkan langkah antisipasi, untuk menghindari penumpukan sampah yang berdampak pada kesehatan dan kebersihan kota," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

