Farhan Ungkap Penyebab Banjir Belum Surut di Rancabolang dan Derwati
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat genangan di dua kelurahan yakni Rancabolang dan Derwati.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kota Bandung kembali dihadapkan pada persoalan banjir yang tak sederhana.
Genangan yang belum juga surut di sejumlah wilayah, menunjukkan persoalan bukan sekadar dampak hujan deras. Melainkan akibat dari sistem sungai yang saling terhubung, dan saling memengaruhi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat genangan di dua kelurahan yakni Rancabolang dan Derwati. Masing-masing wilayah, memiliki dua RW yang terdampak sejak hujan besar yang terjadi minggu lalu.
“Jadi memang kita menemukan kemarin di dua kelurahan, di Kelurahan Rancabolang dan Kelurahan Derwati. Masing-masing ada dua RW yang masih mengalami genangan sejak hujan besar,” kata Farhan, Jumat (19/4/2026).
Menurutnya, upaya penanganan sudah dilakukan melalui pemompaan air. Namun, proses tersebut tidak berjalan optimal karena keterbatasan teknis di lapangan. “Kami sedang berusaha untuk melakukan pemompaan. Tapi problemnya memang membuang airnya itu nggak bisa ke Sungai Cipamokolan, kejauhan,” ucapnya.
Dia menjelaskan, kondisi tersebut diperparah belum surutnya aliran Sungai Cinambo. Pemerintah kota, saat ini masih menunggu agar debit air di sungai tersebut menurun sebelum proses pengaliran bisa berjalan lebih efektif.
“Jadi kita sedang menunggu surutnya Sungai Cinambo. Sungai Cinambo masih belum surut. Kalau Sungai Cinambo sudah mulai surut, insya Allah. Cuma kita masih menunggu juga, Cinambo yang ke arah selatan masih belum surut juga,” ujar dia.
Lebih jauh, Farhan memaparkan persoalan banjir berkaitan erat dengan kondisi Sungai Citarum yang tengah meluap. Dia menekankan, tidak semua masyarakat memahami keterkaitan antara kedua aliran sungai tersebut.
“Kan begini dan mungkin belum banyak yang tahu, sistem Citarum dengan sistem Cinambo itu nyambung. Jadi Sungai Cinambo itu bermuara di Sungai Citarum,” jelasnya.
Akibatnya dikatakan Farhan, ketika Sungai Citarum meluap. Aliran air dari Sungai Cinambo pun terhambat. Kondisi itu, membuat genangan air di kawasan permukiman sulit untuk segera surut. “Jadi ketika Citarum meluap seperti kondisi banjir sekarang, ya otomatis Cinambo juga enggak bisa ngebuang,” ujar dia.
Dalam situasi tersebut ditambahkan dia, sebenarnya masih ada alternatif aliran ke Sungai Cipamokolan. Namun kembali, faktor jarak menjadi kendala utama karena keterbatasan infrastruktur yang dimiliki saat ini.
“Yang bisa kita harapkan Cipamokolan. Tetapi Cipamokolan itu jaraknya terlalu jauh, baik dari Kelurahan Derwati maupun dari Kelurahan Rancabolang. Kita nggak punya pipa dan pompa yang bisa sejauh itu,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

