Forkopimda dan Pemkot Kota Bogor Berkomitmen Kembali Tata PKL
Penataan ini bakal dipimpin Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Anan Nurakhman dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor berkomitmen melakukan percepatan pembangunan program prioritas Kota Bogor, salah satunya adalah penataan pasar dan PKL.
Penataan ini bakal dipimpin Danrem 061/Suryakancana, Brigjen TNI Anan Nurakhman dan Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Bima Arya menjelaskan garis besar rencana penataan pedagang kaki lima ke beberapa pasar di Kota Bogor, diantaranya Pasar Jambu Dua yang menurut rencana akan rampung pada November, Pasar Sukasari, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Mawar dan Pasar Devris.
"Untuk lahan parkir yang terdampak dan menambah kesemrawutan, rencananya akan digeser. Konsep relokasi yang ada sifatnya permanen dan berkelanjutan bukan seperti yang sudah-sudah," ungkap Bima pada Minggu (24/9/2023).
"Harapan kami para pedagang bisa memahaminya, untuk itu kami mohon dukungannya untuk koordinasi dan konsolidasi di lapangan terkait opsi relokasi, membangun komunikasi serta antisipasi jika opsi yang ada tidak berjalan sesuai rencana," tambah Bima.
Bima juga menyampaikan semua sudah ada skenario dan masih berikhtiar untuk memaksimalkan komunikasi dan sosialisasi opsi pengelolaan pasar dengan simpul pedagang yang ada.
"Ya, bagus jika Forkopimda Kota Bogor turun bersama-sama untuk sosialisasi lebih maksimal dan menunjukkan keseriusan," tegasnya.
Ditempat yang sama, Danrem 061/SK, Brigjen TNI Anan Nurakhman menyebutkan dibutuhkan ketegasan, sosialisasi dan kerja sama yang lebih intens lagi.
"Untuk ini dibutuhkan ketegasan, sosialisasi dan kerjasama semua elemen," singkatnya.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengharapkan untuk lebih mengedepankan pendekatan persuasif mengingat kondisi yang ada saat ini dan menjaga keamanan serta ketertiban kota.
Dandim 0606 Kota Bogor, Kolonel Inf Fikri Ferdian menambahkan, selain komunikasi, dirinya menekankan pengawasan, komitmen, integritas dan konsistensi dalam melaksanakan sosialisasi yang disampaikan harus sesuai dengan kebijakan dan rencana utama.
Sementara itu, Kajari Kota Bogor, Waito Wongateleng mengungkapkan, dibutuhkan kepastian kesiapan tempat relokasi yang didukung sarana prasarana, yang diungkapkan .
"Pengawasan, komitmen pendisiplinan dan penegakkan diperlukan agar kendala yang muncul tidak terulang lagi di lokasi pembangunan," pungkasnya.
Terpisah, Kadis PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina menyampaikan progres positif pembangunan di kawasan Pasar Kebon Kembang yang diharapkan diimbangi pengawasan agar PKL tidak kembali lagi ke lokasi.
Editor : Ahmad Sayuti

