Forkopimda Kota Bogor Sepakat Wisata Glow KRB Ditutup

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor sepakat menghentikan aktivitas pengunjung wisata Glow di Kebun Raya Bogor (KRB).

Forkopimda Kota Bogor Sepakat Wisata Glow KRB Ditutup
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor sepakat menghentikan aktivitas pengunjung wisata Glow di Kebun Raya Bogor (KRB).

INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menegaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor sepakat menghentikan aktivitas pengunjung wisata Glow di Kebun Raya Bogor (KRB).

Bima Arya menyebut penghentian aktivitas wisata Glow di KRB untuk kepentingan penelitian karena belum ada titik temu antara penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan penelitian lembaga lain.

"Sesuai hasil rapat pada Jum'at (9/9/2022) lalu, distop. Ya, ditutup. Itu ga boleh," tegas Bima Arya kepada INILAH di depan Balai Kota Bogor pada Selasa  13 September 2022 siang.

Bima melanjutkan, sebelumnya pihaknya juga mengirim surat balasan kepada PT. MNR hari Senin (12/9/2022). Wali Kota Bogor menyatakan Glow ditutup sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

"Glow ditutup sampai dengan ada kesepahaman dan penelitian bersama BRIN dan IPB. Juga melibatkan para pihak seperti budayawan, tokoh masyarakat serta tokoh agama. Kepada Kasat Pol PP Kota Bogor Agustian Syach untuk mengawal dan memantau jangan sampai Glow buka," tutur Bima.

Ketua DPRD Atang Trisnanto memaparkan, dirinya berpendapat kesepakatan Forkopimda bisa dijadikan titik tolaknya.

"Kesimpulan terakhir rapat pak wali mengatakan dari mulai Jum'at lalu kegiatan Glow dihentikan sampai dengan ada keputusan lebih lanjut," tutur Atang.

Atang menjelaskan, hasil dengar pendapat bersama Pemkot Bogor, BRIN, dan pengelola KRB PT Mitra Natura Raya, di Balai Kota Bogor pada Jumat, (9/9) lalu, Forkopimda ingin ada titik temu pengelolaan KRB tetap mengacu pada lima fungsi utamanya tanpa kemudian mengundang polemik.

"Saya berharap ada lanjutan pertemuan dari berbagai pihak terkait wisata Glow di KRB. Hal yang menjadi perhatian Forkopimda, ada perbedaan antara penelitian BRIN yang menyatakan cahaya malam di wisata Glow tidak masalah terhadap ekosistem di Kebun Raya Bogor, sementara lembaga lain menyatakan ada masalah. Saya menyampaikan bahwa seharusnya, riset yang dipakai bukan riset dari BRIN. Tapi riset yang dipakai adalah dari pihak yang tidak berkepentingan, independen," jelasnya.

Atang menegaskan, jurnal internasional, jurnal nasional, jurnal ilmiah, yang telah mempelajari dampak dari cahaya, ataupun lampu terhadap ekosistem lingkungan sudah banyak.

"Ya, tinggal diperkuat lagi dengan riset dari lembaga independen," tegasnya.

Sebelumnya, pada pertengahan Agustus 2022, GM Coorporate Communication dan Security PT Mitra Natura Raya (MNR) selaku pengelola KRB, Zaenal Arifin, menjelaskan, riset tahap pertama telah dilakukan oleh BRIN dan hasilnya tidak ada dampak negatif aktivitas Glow terhadap ekosistem di KRB.

Selanjutnya dilakukan penelitian tahap kedua, pada tahapan riset T2 ini KRB mengundang pengunjung secara terbatas untuk melengkapi hasil kajian secara komprehensif. Dia pun tidak membenarkan jika ada penjualan tiket pada tahap ini.

Zae juga mengatakan, Glow berlanjut sebagai bagian dari lanjutan riset dengan mengundang pengunjung secara terbatas dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai dewasa, keluarga, anak didik dan dari kalangan akademisi sampai individu dari berbagai profesi.

"Jumlahnya pun dibatasi maksimal 500 orang setiap malamnya," tuturnya. (Rizki Mauludi)


Editor : Ahmad Sayuti