Gaduh PPP dan Gerindra Cimahi, Ketua Partai Politik Saling Ancam Lapor Polisi
Saat ini, gaduh PPP dan Gerindra Cimahi terjadi. Dua pentolan partai politik yakni Ketua DPC PPP Kota Cimahi Agus Solihin, dan Ketua DPC Partai Gerindra Bambang Purnomo saling berseteru lantaran hal sepele.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Saat ini, gaduh PPP dan Gerindra Cimahi terjadi. Dua pentolan partai politik yakni Ketua DPC PPP Kota Cimahi Agus Solihin, dan Ketua DPC Partai Gerindra Bambang Purnomo saling berseteru lantaran hal sepele.
Hubungan keduanya saat ini tengah memanas, gaduh PPP dan Gerindra Cimahi pun berujung ancaman saling melaporkan ke pihak kepolisian.
Disharmonisasi dan gaduh PPP dan Gerindra Cimahi terjadi antara keduanya bermula pada 11 Januari 2025 saat Agus Solihin meninjau persiapan panitia Hari Lahir (Harlah) PPP dan syukuran kemenangan pasangan Ngatiyana-Adhitia.
Agus Solihin mengaku, saat itu dirinya tengah beristirahat di ruangan ajudan pimpinan DPRD Kota Cimahi sambil meminum-minuman berenergi (kratingdaeng).
Kemudian, masuk Bambang Purnomo dan dirinya pun mengajak bercanda anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Cimahi itu. Namun, malah menuduhnya tengah mengonsumsi minuman keras.
"Saya istirahat sambil minum kratingdaeng karena biasa minum itu kalau kelelahan. Saksi-saksinya ada, seperti dari kalangan ASN, Figo, Rully, dan THL Anwar Musadad," kata Agus Solihin kepada wartawan belum lama ini.
Agus menuturkan, dirinya sudah menyampaikan bahwa itu bohong dan yang dia konsumsi minuman berenergi. "Tapi di dunia politik, tidak ada kawan atau lawan abadi, yang abadi itu kepentingan," tuturnya.
Beberapa hari kemudian, sambung Agus, dirinya yang saat itu tengah berada di kediaman Wakil Wali Kota Cimahi terpilih, Adhitia Yudhistira mendengar langsung telepon dari Bambang Purnomo yang menyampaikan kepada Adhitia bahwasanya dirinya mabuk-mabukan di ruangan Sekretariat DPRD Kota Cimahi.
"Saya dengar langsung percakapan itu melalui loudspeaker. Pak Adhit siap menjadi saksi atas tuduhan yang disampaikan Bambang ke dirinya. Banyak saksi lain yang juga siap memberikan keterangan," ujarnya.
Agus menyebut, lantaran tidak ada itikad baik dari Bambang Purnomo untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan, dirinya mengancam bakal melaporkan Ketua DPC Partai Gerindra itu ke pihak kepolisian.
"Saya tidak tahan lagi. Kalau tidak ada klarifikasi dalam 2 x 24 jam saya akan laporkan ke polisi," sebutnya.
Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi Bambang Purnomo membantah keras tuduhan yang dilontarkan Ketua DPC PPP Kota Cimahi. Dia mengaku hanya bercanda saat Agus Solihin menawarkan minuman di gelas kecil seperti sloki.
"Saya masuk ruangan, dia menawarkan minuman untuk menghangatkan badan, tapi saya tolak sampai tiga kali," kata Bambang.
"Saya cuma bercanda bilang, ustad kok minum seperti itu," imbuhnya.
Selain itu, Bambang menyebut bahwa Agus Solihin juga melakukan pemerasan dengan meminta uang sebesar Rp5 juta darinya.
Bambang juga mengklaim dirinya sudah melaporkan kasus ini ke Polda Jawa Barat meski belum menandatangani laporan tersebut.
"Kalau dia serius melaporkan, saya juga siap melaporkan balik atas tuduhan pemerasan. Saksi kejadian ini banyak, ada lima orang di tempat itu," imbuhnya.
Lantaran sikap Agus Solihin yang merugikan, Bambang menegaskan, Gerindra sudah tak ingin satu fraksi dengan PPP.
"Saya sudah banyak membantu dia, tapi sikapnya seperti itu. Dia tidak tahu terima kasih," tegasnya.
Editor : Doni Ramdhani


