Gandeng bank bjb, LPEI Dorong Eksportir Sektor Jasa Masuk Pasar Non Tradisional

Sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan, LPEI mendorong para eksportir di sektor jasa masuk pasar non-tradisional. Itu dilakukan guna meningkatkan daya saing produk atau jasa Indonesia ke pasar global.

Gandeng bank bjb, LPEI Dorong Eksportir Sektor Jasa Masuk Pasar Non Tradisional
Direktur Pelaksana Bidang Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Norhadi mengatakan, selain itu pihaknya pun turut melaksanakan mandat penugasan khusus ekspor yang salah satunya membantu pelaku usaha dan lembaga keuangan untuk melakukan ekspansi bisnis ke negara-negara non-tradisional. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Sebagai special mission vehicle Kementerian Keuangan, LPEI mendorong para eksportir di sektor jasa masuk pasar non-tradisional. Itu dilakukan guna meningkatkan daya saing produk atau jasa Indonesia ke pasar global.

Berdasarkan UU Nomor 2/2009, Lembaga Pembiayaan ekspor Indonesia (LPEI) berperan untuk mendorong eksportir Indonesia melalui fasilitas pembiayaan, penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi. 

Direktur Pelaksana Bidang Pengembangan Bisnis LPEI Maqin U Norhadi mengatakan, selain itu pihaknya pun turut melaksanakan mandat penugasan khusus ekspor yang salah satunya membantu pelaku usaha dan lembaga keuangan untuk melakukan ekspansi bisnis ke negara-negara non-tradisional.

Tak hanya ke negara kawasan Asia Selatan dan Timur Tengah, melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1/KMK.08/2019 dia menegaskan pihaknya pun mendapat mandat untuk mendorong ekspor ke negara kawasan Afrika. Penugasan khusus ekspor diberikan kepada LPEI untuk menyediakan pembiayaan, penjaminan dan/atau asuransi untuk transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan,akan tetapi dianggap perlu oleh pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional.

Untuk itu, LPEI memberikan fasilitas penjaminan kredit dalam kerangka program penugasan khusus ekspor kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah. 

Maqin menyebutkan, dalam hal ini dukungan diberikan dalam bentuk fasilitas penjaminan kredit kawasan atas fasilitas kredit yang diberikan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) kepada PT Taka Hydrocore Indonesia dalam rangka mendukung perusahaan sektor jasa survey geoteknikal Indonesia melaksanakan proyek Offshore Geotechnical Survey Services Congo LNG Project Offshore Congo yang berlokasi di lepas pantai Kongo, Afrika Barat.

Dia menjelaskan, fasilitas yang diberikan kepada PT Taka Hydrocore Indonesia itu dalam bentuk penjaminan dengan menggunakan skema penugasan khusus ekspor kawasan. 

“Melalui penjaminan kredit bank dengan skema penugasan khusus ekspor ini merupakan dukungan penuh LPEI kepada para eksportir Indonesia terutama di sektor jasa sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan memberikan kemudahan eksportir melakukan penetrasi ekspor,” kata Maqin, beberapa waktu lalu.

Maqin menambahkan, dukungan diberikan dengan jalinan kerja sama antara LPEI dengan bank bjb yang memberikan keuntungan bagi para eksportir untuk mendapatkan akses pembiayaan dan mengembangkan kapasitas bisnisnya. Dengan demikian, peran LPEI sebagai credit enhancer dirasakan secara langsung manfaatnya bagi pelaku usaha.

Sedangkan, Group Head Corporate Banking bank bjb Sonni Maulana Nurdin menjelaskan kemitraan yang terjalin antara bank bjb dan LPEI itu merupakan bentuk kolaborasi untuk menegaskan komitmen kedua institusi guna mendukung upaya pemerintah untuk mendorong ekspor nasional.

“Dengan berkolaborasi dengan LPEI ini dapat menambah level confident kami dalam menyalurkan kredit modal kerja kepada pelaku usaha Indonesia. Melalui penjaminan kredit ini, kami berkomitmen turut serta berkontribusi dalam rangka mendorong ekspor nasional,” ujar Sonny di sela kunjungan kerja bersama LPEI untuk meninjau kesiapan Kapal MV Dolphin Geo Survey di Tanjung Uncang, Kota Batam, Jumat 20 Januari 2023.

Sementara itu, Direktur PT Taka Hydrocore Indonesia Denni Andri mengapresiasi dukungan kedua institusi yang membantu perusahaannya bisa mengepakkan sayap bisnis hingga ke Kongo. 

“Bagi kami, dukungan bank bjb dan LPEI semakin menambah kepercayaan diri kami untuk mampu bersaing secara global dan kami bisa mengibarkan Merah-Putih di negara lain,” ucap Denni.

Secara umum, LPEI memberikan pembiayaan ekspor khususnya ke negara non-tradisional itu untuk memberikan stimulus industri strategis. Sejak 2019 hingga akhir 2022, LPEI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp2,2 triliun melalui program penugasan khusus ekspor kawasan ke Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

Peran pemerintah melalui LPEI untuk memberikan pembiayaan ekspor khususnya ke negara non-tradisional dapat menstimulus industri strategis dalam melakukan perdagangan ekspor ke negara-negara tersebut dan juga meningkatkan daya saing produk buatan Indonesia maupun jasa di negara tujuan tersebut.***


Editor : Doni Ramdhani