Garbi Jabar, Pupuk Potensi Lewat Empat Dimensi
Tepatnya Desember 2018 lalu, Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) resmi muncul di Jawa Barat. Salah satu misi organisasi ini yaitu mencetak pemimpin yang dapat bersaing pada berbagai sektor kehidupa
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Tepatnya Desember 2018 lalu, Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) resmi muncul di Jawa Barat. Salah satu misi organisasi ini yaitu mencetak pemimpin yang dapat bersaing pada berbagai sektor kehidupan.
Ketua Umum Garbi Jawa Barat Nandang Burhanudin mengatakan, untuk memupuk organisasinya ada empat dimensi yang disentuh di Jabar. Yaitu mengenai keislaman, demokrasi, pancasila dan kesejahteraan.
"Setelah melakukan riset kecil-kecilan ke daerah-daerah, kami bisa memetakan bahwa bonus demografi itu paling besar di Jawa Barat," ujar Nandang di sela kunjungan ke Kantor Inilahkoran, Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Jumat (15/2/2019).
Dari segi keislaman, pihaknya ingin menjadi organisasi yang hadir dengan tagline islam produktifitas, moderinitas dan berprinsip pada moderatisme. Rutin melakukan kajian dalam setiap pekan adalah salah satu yang Garbi lakukan di Jabar ini. "Kemudian komunikasi dengan tokoh-tokoh agama, misalnya dengan MUI," ucapnya.
Lanjut Dadang, pihaknya ingin menjadikan Garbi sebagai organisasi yang bebarbasis pancasila melebihi organisasi masyarakat manapun.
Karena itu, pihaknya kerap kali mengelar kegiatan dengab tema sejarah. Seperti mengupas sejarah Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) hingga mendalami filosofi Burung Garuda dalam lambang negara.
Tak hanya itu, Garbi juga melakukan pendalaman konten Sumber Daya Alam di negara ini. Baik itu destinasi wisata dan potensi kearifan lokal di Jabar. "Potensi kearifan lokal misal di Sunda ada wayang golek, ada tari jaipong. Kita ingin membantu Jawa Barat, siapapun pemangku kebijakannya untuk bisa lebih go internsional dengan digital marketing," katanya.
Untuk sektor demokrasi, dia memastikan, Garbi senantiasa siap berkompromi dengan penguasa manapun yang menang dalam jalur demokratis. Contoh konkritnya, pihaknya menyerukan untuk mendukung penuh pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019.
"Saat hari H semua (anggota) harus datang. Pemilih yang memiliki hak harus memilih," katanya.
Adapun terkait kesejahteraan, beberapa pembinaan pun ditawarkan kepada masyarakat. Salah satunya. pembinaan digital marketing untuk anak muda milenial yang sudah berlangsung di Tasikmalaya.
"Kita alhamdulillah sudah mengetaskan ekonomi 19 rumah tangga, kemudian di bandung itu kita baru sepuluh. Kita mengajarkan free gratis lalu diarahkan untuk menjual produk," jelas Nandang.
Hal itu pun, dia katakan, sebagai upaya agar organisasinya tak memiliki mental 'minta sumbangan'. Maka meningkatkan potensi anggota dan masyarakat adalah cara elegan untuk membuat Garbi siap bersaing di tahun 2035 yang diprediksi negara ini akan masuk dalam lima kekuatan negara dunia.
Begitu pula di sektor pendidikan, di mana organisasinya telah memberikan 150 beasiswa gratis S1 di Kabupaten Ciamis. "Juga di Kabupaten Bandung. Kita serahkan beasiswa gratis untuk satu perkabupaten siswa-siswi level SMA," imbuhnya.
Lebih lanjut, Nandang mengatakan, dari 27 kabupetan/kota di Jawa Barat tinggal Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kabupaten Sumedang dan yang menanti akan segera melakukan deklarasi. Dia katakan, 42 persen anggota Garbi merupakan generasi milenial.
"Banyak juga yang muda. Kita membagi ada usia muda milenial dibimbing oleh usia tua fenomenal, sehingga kita beriring bersejalan," katanya.
Lanjut Nandang, pihaknya ingin merangkul segala kalangan yang memiliki misi senada untuk membesarkan Garbi. Dia juga menjamin, untuk saat ini organisasinya tak ada misi untuk bermetamorfosa menjadi partai politik.
"Secara konsisten Insya Allah ingin bermain di ranah keormasan. Kita ingin berkdikusi dehan banyak orang," pungkasnya.
Editor : inilahkoran

