Garut Gagal Raih Target 10 Besar Porprov Jabar, Begini Kata Ketum KONI Abdusy Syakur Amin
elama sepuluh tahun masa pemerintahan Bupati Garut Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Helmi Budiman, Kabupaten Garut selalu gagal menunjukkan prestasi meraih target sepuluh besar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, garut-Selama sepuluh tahun masa pemerintahan Bupati garut Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Helmi Budiman, Kabupaten garut selalu gagal menunjukkan prestasi meraih target sepuluh besar pada Pekan Olahraga Provinsi (porprov) Jawa Barat
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten garut Abdusy Syakur Amin menyebut puncak kemajuan olahraga di Kabupaten garut salah satunya hadir di masa kepemimpinan Bupati garut Rudy Gunawan.
Penilaian Syakur Amin tersebut tak terlepas terutama dari kesuksesan Kabupaten garut membangun sarana olahraga aquatik sekaligus menjadi salah satu tuan rumah pada penyelenggaraan porprov Jawa Barat XIV tahun 2022.
Pada event tersebut, garut juga berhasil memperbaiki peringkatnya dibandingkan event sama pada 2018.
"Saya masih ingat tahun 2018, kita sempat ditertawakan karena garut berani-beraninya mencalonkan diri jadi tuan rumah olahraga akuatik. Saat itu, di garut tidak ada kolam akuatik. Alhamdulillah, saat itu, datang tamu dari KONI Jawa Barat mempertanyakan kesiapan garut karena Kota Tasik gak yakin garut mampu gak jadi tuan rumah. Akhirnya saya berhasil membujuk Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan Pak Sekda, menandatangani surat kesediaan membangun sarana akuatik," cerita Syakur pada Rapat Kerja Kabupaten KONI Kabupaten garut Tahun 2023 di Fave Hotel garut Jalan Cimanuk Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (13/3/2023).
Dia menuturkan, sejak saat itu, Bupati garut beserta jajaran mulai memberikan perhatian besar untuk olahraga di Kabupaten garut. Salah satunya dengan terbangunnya sarana akuatik bertaraf internasional ke-4 di Indonesia berlokasi di Sarana Olahraga (SOR) R.A.A Adiwijaya Kecamatan Tarogong Kidul.
"Saya sangat senang sekali. Dan juga dengan adanya akuatik dan juga ditunjuknya garut jadi tuan rumah porprov, dilakukan pembangunan berbagai macam fasilitas yang lain. Ada olahraga pertandingan. Ada stadion sepak bola. Ini menjadi salah satu tonggak pembangunan olahraga di Kabupaten garut," ujarnya.
Di tempat sama, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga garut Usep Basuki Eko mengingatkan, saat ini, daerah di Indonesia termasuk garut memunyai tugas menentukan cabang olahraga unggulan yang dapat menopang olahraga unggulan nasional agar Indonesia bisa masuk lima besar di event Olimpiade, mengacu Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dimiliki Pemerintah kini.
Selama kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan dan Wabup Helmi Budiman, garut tercatat sempat mengikuti tiga kali porprov jabar.
Rudy Gunawan dan Helmi Budiman sendiri memimpin garut selama dua periode, mulai 2014-2019, dan 2019-2024.
Pada porprov (dulu masih Porda) jabar XII tahun 2014 di Bekasi, garut meraih 14 emas, 12 perak, dan 24 perunggu dengan posisi menempati peringkat ke-13 dari ditargetkan sepuluh besar. APBD garut digelontorkan untuk event tersebut mencapai sekitar Rp6 miliar.
Pada Proprov jabar XIII tahun 2018 dengan dukungan APBD garut sekitar Rp4,5 miliar, alih-alih mencapai target sepuluh besar, prestasi garut justeru anjlok ke posisi peringkat 19 dengan total raihan 44 medali emas, delapan medali perak, dan 25 medali perunggu.
Terakhir pada porprov jabar XIV tahun 2022 dengan dukungan APBD garut sekitar Rp6,65 miliar, garut kembali gagal meraih target sepuluh besar. Namun garut berhasil memperbaiki posisinya ke peringkat sebelas dengan raihan 22 medali emas, 22 perak, dan 41 medali perunggu.(zainulmukhtar)***
Editor : JakaPermana


