Tak Sedikit Artis Terlibat Kasus Prostitusi Online, Begini Penjelasan Para Pakar

Baru-baru ini kasus prostitusi online kembali mencuat setalah penangkapan artis Cassandra Angelie yang terjerat kasus yang sama.

Tak Sedikit Artis Terlibat Kasus Prostitusi Online, Begini Penjelasan Para Pakar
Tak Sedikit Artis Terlibat Kasus Prostitusi Online, Begini Penjelasan Para Pakar

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini kasus prostitusi online kembali mencuat setalah penangkapan artis Cassandra Angelie yang terjerat kasus yang sama.

Aktris FTV ini menjadi tersangka pelaku prostitusi online dan sempat menawarkan dirinya sendiri. Cassandra Angelie berhasil ditangkap bersama tiga mucikari di salah satu hotel di kawasan Kebon Kacang, Jakarta Pusat, pada 31 Desember 2021 lalu.

"Saudari CA yang bersangkutan dalam hal ini juga merupakan sebagai tersangka disamping ketiga mucikarinya. Saudari CA juga berperan menawarkan diri dalam hal kegiatan prostitusi Online," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Endra Zulpan, dikutip Inilah Koran dari kanal YouTube Indosiar pada Selasa 11 Januari 2022.

Baca Juga: SMP 1 Padalarang Tutup Kantin Sekolah Selama PTM 100 Persen

Pakar hukum Indonesia, Pieter Ell, mengungkapkan bahwa prostitusi online ini bukan hal baru,karena setiap tahunnya kasus ini terus meningkat, sebelumnya beberapa selebritis Indonesia pernah tersandung kasus ini.

"Di Indonesia trennya itu dari tahun ke tahun semakin meningkat ya," ujar Pieter.

Piter mengungkapkan alasan maraknya tren prostitusi online ini adalah mampu memberikan peenghasilan yang "menjanjikan" hanya dalam sekejap.

 "Ada tren bahwa itu bisnis dalam tanda petiik menjanjikan untuk merubah tren OKB(Orang Kaya Baru) dalam waktu sekejap," lanjutnya.

Baca Juga: FCENM Rilis Keempat Member ILY1, Ini Dia Profil dan Posisinya di Girl Grup

Dalam pandangan Psikologi, Oriza Sativa, mengungkapkan jika banyak faktor yang bisa menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan tertentu.

"Ada banyak motivasi yang melatar belakangi terjadinya sebuah perilaku, sebut saja misalnya orang tersebut mengatas namakan motif ekonomi, kebutuhan ekonomi,” ungkap Oriza.

“Ada banyak dan semua orang membutuhkan uang, tetapi karena memang uang itu bagian dari masalah real kebutuhan dasar manusia," sambungnya.

Baca Juga: Holywings Langgar Aturan, KNPI : Tutup Saja!

Namun menurutnya, yang menjadi faktor utama adalah bukan ekonomi yang sulit, melainkan pola pikir dan pergaulan yang tidak tepat.

"Menurut saya dalam hal ini akar permasalahannya adalah adanya mindset yang salah kemudian pergaulan yang salah dan strategi penyelesaian masalah yang salah," tutupnya.***(Hafshah Nurhabibah)


Editor : inilahkoran