SMP 1 Padalarang Tutup Kantin Sekolah Selama PTM 100 Persen
SMP Negeri 1 Padalarang mulai melaksanakan PTM 100 persen namun untuk aktivitas kantin ditutup lantaran dikhawatirkan terjadi kerumunan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - SMP Negeri 1 Padalarang mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, namun menutup aktivitas kantin.
Aktivitas kantin sekolah ditutup selama PTM 100 persen dilakukan SMP Negeri 1 Padalarang untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Padalarang, Suhartono mengaku, meski pihak sekolah berusaha mencegah terjadi kerumunan di lingkungan sekolah, namun ia tetap khawatir lantaran siswa banyak berkerumun di luar lingkungan sekolah.
Baca Juga: Pelajar SMP di Padalarang Tepapar Penyalahgunaan Narkoba, Disdik KBB Sebut Belum Terima Laporan
"Sebenarnya kita dilematis, karena kan tau akses masuk jalan SMPN 1 Padalarang jalannya kecil. Selain itu, kita juga coba mengkuti imbauan Pak Kades terkait pedagang yang ada di luar, namun tetap kurang diindahkan," katanya, Selasa 11 Januari 2022.
"Sehingga ketika anak-anak pulang sekolah itu kerap menimbulkan kemacetan," sambungnya.
Ia melanjutkan, salah satu imbauan yang dilakukan guna menjaga anak-anak agar tidak berkerumun yaitu dengan meminta orang tua agar memberikan bekal makanan bagi para siswa dari rumah masing-masing.
Baca Juga: Fly Over Padalarang Bukan Solusi Kemacetan, Warga KBB: Cuma Dinikmati Kaum Elite!
"Tujuannya agar higienis dan mereka tidak bergerombol, serta tidak jajan di luar. Jadi kita juga harus antisipasi," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) KBB, Asep Dendih mengatakan, guna mengantisipasi para siswa dari penularan virus COVID-19 varian Omicron pihaknya meminta pihak sekolah untuk melakukan langkah pencegahan.
"Langkah preventif dulu, anak sebelum masuk juga sudah di ukur suhunya. Seandainya suhunya melebihi yang sudah ditentukan anak itu mungkin disuruh pulang. Kalaupun tidak, setiap sekolah menyediakan ruang UKS biar tenang dulu sebelum dijemput oleh orang tua," katanya.
Baca Juga: Bukan Cuma Utang Rp40 Ribu, Ini Motif Teman Tebas Leher Teman di Padalarang
Kemudian, sambung dia, ditindaklanjuti oleh kepala sekolah yang nantinya akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB.
Selain itu, pihaknya pun meminta agar pihak sekolah bukan hanya memberikan imbauan untuk lebih memperketat prokesnya, namun juga melakukan pengawasan ditiap kelas.
"Karena kan sekarang berbeda, kalau dulu murid yang masuk duluan, sekarang guru piket yang langsung mengatur lebih dulu," ujarnya.
Ia menambahkan, kalau nanti ditemukan ada siswa yang sakit bisa dites dulu apa penyakitnya, indikasi COVID-19 atau memang penyakit biasa,
"Kalau memang itu positif COVID-19, nanti sekolah tersebut akan kembali disterilkan," tandasnya. *** (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


