Gelar Muswil II, ISMI Jabar Dorong Sinergitas dan Kolaborasi Antara Pelaku Usaha Kecil dan Industri

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia alias ISMI Jabar menggelar musyawarah wilayah Muswil II di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Rabu 11 Oktober 2023.

Gelar Muswil II, ISMI Jabar Dorong Sinergitas dan Kolaborasi Antara Pelaku Usaha Kecil dan Industri
Ketua Umum ISMI Jabar Rudy Rakian mengatakan, dalam Muswil II itu pihaknya akan mendorong bagaimana sinergitas dan kolaborasi antara pelaku usaha kecil dan industri dapat terbangun. Terlebih Jawa Barat termasuk kawasan yang cukup banyak memiliki industri raksasa di Indonesia. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Ikatan Saudagar Muslim Indonesia alias ISMI Jabar menggelar musyawarah wilayah Muswil II di Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, Rabu 11 Oktober 2023.

Ketua Umum ISMI Jabar Rudy Rakian mengatakan, dalam Muswil II itu pihaknya akan mendorong bagaimana sinergitas dan kolaborasi antara pelaku usaha kecil dan industri dapat terbangun. Terlebih Jawa Barat termasuk kawasan yang cukup banyak memiliki industri raksasa di Indonesia.

Hanya saja dia tidak menampik upaya ini belum akan maksimal tanpa adanya dorongan pemerintah. ISMI Jabar mengharapkan dapat menjadi fasilitator antara UMKM dan perusahaan besar dalam menjalin kerja sama.

"Namun pelaku usahanya tidak bisa berkolaborasi dengan pengusaha besar, khususnya yang ada di kawasan industri. Kita meminta pemerintah, bagaimana bisa memediasi. Sehingga lokal konten bisa berkolaborasi. Contoh, pabrik mobil dan motor, kan adanya di Jabar. Itu komponennya ribuan, kita harapkan komponen pendukung ini bisa diberikan kepada pelaku usaha (kecil) yang siap berkolaborasi. Asal ada binaan teknologi dan bimbingan," ujarnya.

Mengingat selama ini sambung dia, sudah sering terjadi. Dimana banyak kawasan industri yang tumbuh, tetapi kemiskinan dan pengangguran tidak terselesaikan. Padahal, peluang memberikan lapangan kerja baru dengan hadirnya industri terbilang besar, bila mampu disiasati secara maksimal.

"Ini jomplang dan memprihatinkan. Pengusahanya harus berkolaborasi dan bersinergi. Tanpa ada dorongan pemerintah mereka sulit berdaya saing, karena mereka jalan-jalan sendiri. Makanya concern kita, ISMI sedang mencoba menyinergikan pengusaha lokal kecil dengan industri besar," imbuhnya.

Sementara mengenai kegiatan Muswil II ISMI Jabar kali ini, Rudy menerangkan ada tiga agenda utama. Pertama mengevaluasi kegiatan lima tahun terakhir, menyusun program ke depan dan merevitalisasi struktur organisasi.

"Secara aktivitas, Alhamdulilah ISMI Jabar sudah direpon positif oleh empat pendiri ISMI, yaitu PBNU, Muhammadiyah, MUI dan ICMI. Jadi Alhamdulillah ormas besar ini sangat merespon, bagaimana ISMI Jabar bisa berperan dalam mendorong perekonomian masyarakat mendatang," ucapnya.

Menyikapi tantangan ke deoan, Rudy mengaku pihaknya akan berupaya bagaimana meningkatkan kompetensi di inovasi dan teknologi, supaya mampu bersaing.

"Makanya ISMI mempunyai tagline teknosa atau teknologi inovasi dan kewirausahaan. Jadi bagaimana ISMI bisa memberikan masukan kepada pemerintah dan kepada umat muslim, (agar) lebih berdaya saing dan membangun perekonomian masyarakat umat muslim menjadi lebih baik," terangnya.

Salah satu pembicara dalam Muswil II ISMI Jabar, yang juga mantan Wakil Presiden periode 2014-2019 Jusuf Kalla menuturkan, dirinya berusaha membakar semangat para anggota ISMI agar terus berusaha maksimal dan tidak menyerah terhadap keadaan. Serta bagaimana mengoptimalkan kemajuan teknologi, dalam mengembangkan usahanya agar lebih baik lagi.

"Memberi semangat, berusaha dan memanfaatkan teknologi. Masalah kita, bagaimana semangat yang dulu bisa kembali. Bahwa kita bisa. Pemerintah juga tentunya harus memberikan hubungan (menfasilitasi pelaku usaha kecil dan industri)," pungkasnya.*** (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani