Genjot Kapasitas Produksi, MBR Bangun Fasilitas Produksi Anyar di Sumedang

PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) anak perusahaan Garudafood merayakan hari jadi ke-20 dengan membangun fasilitas produksi baru di Sumedang.

Genjot Kapasitas Produksi, MBR Bangun Fasilitas Produksi Anyar di Sumedang
Direktur Utama Garudafood dan Komisaris Utama MBR Hardianto Atmadja (kedua dari kanan) memberikan bingkisan kepad CEO Bel Group Cécile Béliot saat Partnership Gathering yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-20 MBR di Sumedang. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR) anak perusahaan Garudafood merayakan hari jadi ke-20 dengan membangun fasilitas produksi baru di Sumedang.

Direktur Utama MBR Dede Patmawidjaja mengatakan, pembangunan fasilitas baru itu sebagai bagian dari pengembangan bisnis ke depan. MBR saat ini membangun fasilitas produksi baru di Sumedang yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 25.000 meter persegi. 

"Fasilitas tersebut ditargetkan beroperasi penuh pada 2028 dan akan meningkatkan total kapasitas produksi MBR menjadi sekitar 60.000 ton per tahun," kata Dede dalam keterangan resmi, Sabtu (29/8/2026). 

Selaku produsen keju Prochiz dan Top Chiz, MBR  merancang fasilitas produksi tersebut dirancang untuk mendukung berbagai lini produk. Plus, mendukung pengembangan produk-produk Bel di Indonesia.

Dede menambahkan, kolaborasi yang dijalin dengan Bel tersebut memadukan pemahaman pasar lokal dengan keahlian global untuk memperkuat daya saing industri keju Indonesia.

“Ini bukan sekadar kemitraan bisnis, melainkan kolaborasi strategis antara kekuatan yang saling melengkapi, yakni keunggulan lokal Prochiz dengan keahlian global Bel. Kami percaya sinergi ini akan membuka babak baru bagi industri keju nasional sekaligus menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan di Indonesia mampu memenuhi standar kualitas global. Bersama Bel, kami ingin membangun industri keju nasional yang semakin besar, kuat, dan berdaya saing hingga level global,” jelasnya. 

Aspek keberlanjutan turut menjadi bagian dalam pengembangan fasilitas tersebut. MBR merencanakan sekitar 30% dari total area sebagai ruang terbuka hijau serta pemanfaatan panel surya dengan kapasitas hingga 250 kWp sebagai salah satu sumber energi terbarukan di fasilitas produksi.

Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas dan kapabilitas produksi MBR, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Sumedang melalui pengembangan aktivitas industri dan ekosistem pendukungnya.

Dari kinerja bisnis, ekspansi MBR berjalan seiring dengan kinerja perusahaan yang tetap solid sepanjang semester I 2026. Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp960 miliar dan laba bersih sebesar Rp105,5 miliar, meningkat sekitar 15,4% dibandingkan Rp91,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Momen tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Cécile Béliot, CEO Bel Group, ke fasilitas produksi baru MBR di Sumedang, Jawa Barat. Kunjungan ini mempertegas komitmen kolaborasi jangka panjang antara Garudafood, MBR, dan Bel dalam mengembangkan industri keju di Indonesia.

Sementara itu, CEO Bel Group Cécile Béliot menuturkan kemitraan dengan MBR itu menyatukan kekuatan dan keahlian yang saling melengkapi antara Garudafood, MBR, dan Bel.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis Bel di kawasan Asia. Dengan kehadiran yang telah kuat di sejumlah pasar utama Asia, Bel melihat Indonesia sebagai salah satu pasar dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

Potensi tersebut antara lain tercermin dari tingkat konsumsi keju per kapita di Asia yang masih relatif rendah, berkisar dibawah 1 kilogram per orang dibandingkan Eropa, yang mencapai diatas 20 kilogram per orang. Kondisi tersebut menunjukkan masih luasnya ruang pertumbuhan kategori keju di kawasan Asia, termasuk Indonesia.


Editor : Doni Ramdhani