Genjot Sektor Ekonomi, Pemkot Bandung Dorong UMKM

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna menyebut, laju pertumbuhan ekonomi berada dalam tren positif dan terus meningkat, terutama sektor UMKM.

Genjot Sektor Ekonomi, Pemkot Bandung Dorong UMKM
Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna.

INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna menyebut, laju pertumbuhan ekonomi berada dalam tren positif. Diharapkan, tren tersebut kian meningkat.

Menurutnya, salah satu upaya mendorong sektor ekonomi adalah menggenjot sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Usaha tersebut, dipercaya akan mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi.

"UMKM menjadi prioritas kita. Kemudian mereka diberikan insentif fasilitas kegiatan, dan aktivitas lain seperti sektor perhotelan, dan ini bagian dari pergerakan ekonomi," kata Ema, Selasa 28 September 2021.

Baca Juga: UMKM Sektor Ekonomi Paling Kuat Saat Krisis

Dia, mengaku optimistis bahwa laju pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat. Terlebih, kasus konfirmasi aktif Covid-19 di Kota Bandung saat ini terus mengalami penurunan.

Keyakinan tersebut dituturkan Ema, tidak terlepas seiring kegiatan vaksinasi Covid-19 yang sudah melebihi target di bulan September. Diharapkan pada akhir 2021 telah mencapai 100 persen dosis pertama.

"Data kita sangat bagus. Jadi September dahulu, bicara di angka 70, sekarang malah 83 persen. Jadi kita  optimis di bulan November 100 persen. Desember ini masih on schedule on target," ucapnya.

Baca Juga: Strategi Pemasaran Digital Bisa Bantu UMKM Tumbuh

Namun demikian, kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung dapat berjalan lancar apabila ketersediaan dan stok vaksin aman. Pihaknya saat ini sedang mempercepat vaksinasi bagi usia 12 sampai 17 tahun.

"Sedang diakselerasi usia 12 sampai 17. Siswa di sekolah (vaksinasi) asas domisili, baru 24 persen rata rata. Di SMKN 15 sudah 50 persen untuk memenuhi 50 persen vaksinasi massal di sekolah," ujar dia.

Selain hal itu, laju pertumbuhan ekonomi yang berjalan dengan tren positif saat ini turut dipengaruhi aktivitas kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang sudah digelar. Sejauh ini belum terdapat klaster.

"Laporan dari Disdik belum ada klaster dari PTM terbatas. Saya percaya saja, karena Disdik melakukan pengawasan secara intens tiap hari dan kita berencana mengundang Disdik membahas perkembangan terbaru," tandasnya. (Yogo Triastopo).***


Editor : inilahkoran