Geruduk Gedung Sate, Geraksa Bumi Sampaikan 17 Tuntutan ke Gubernur Dedi Mulyadi
Seratusan mass yang menamai Gerakan Rakyat Selamatkan Bumi atau Geraksa Bumi menggeruduk Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 22 April 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Seratusan mass yang menamai Gerakan Rakyat Selamatkan Bumi atau Geraksa Bumi menggeruduk Gedung Sate, Kota Bandung, Senin 22 April 2025.
Aksi ini merupakan rangkaian memeringati hari bumi Sedunia, dimana dengan membawa 17 tuntutan kepada Gubernur Dedi Mulyadi.
Peserta aksi memajang spanduk berisi foto Dedi Mulyadi tengah menyantap hidangan di meja makan, lengkap dengan garpu dan sendok. Sementara, menu dari hidangan ini ada 17 tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi.
Koordinator aksi sekaligus Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat Wahyudin Iwang mengatakan, saat ini banyak persoalan lingkungan yang cukup memprihatikan di mana setiap tahun lahan tutupan di hutan semakin menyusut.
"Dan kami juga ingin menyampaikan hak atas tanah yang selama ini mestinya negara melalui pemerintah memberikan perlindungan dan pengakuan dan tanah kepada masyarakat semakin jauh, di mana pemerintah masih memberikan legitimasi atau memberikan izin-izin kepada korporat atau perusahaan," ujar Iwang.
Sebab itu, dia menyampaikan ada sebanyak 17 tuntutan yang harus ditanggapi dan ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Gubernur Dedi Mulyadi. Menurutnya, isu tersebut kini harus segera diselesaikan oleh pemerintah provinsi.
"Tentu sebetulnya kami ingin menyampaikan 17 tuntutan isu yang cukup serius terjadi di Jawa Barat yang harus dijalankan atau yang harus disikapi oleh Kang Dedi Mulyadi sebagai Gubernur," ucapnya.
Menurutnya, Gubernur Dedi Mulyadi jangan sampai menangani persoalan lingkungan hanya pada 100 hari kerja saja. Melainkan, 17 tuntutan ini harus bisa disikapi oleh politisi Partai Gerindra itu selama menjabat sebagai gubernur.
"100 hari ini saya tidak berharap gebrakan-gebrakan beliau, kami apresiasi hingga saat ini itu cukup baik tapi bukan berarti di masa 100 hari saja. Tapi setidaknya gebrakan itu kami bisa lihat parameternya 17 isu yang kami sodorkan kepada Dedi Mulyadi itu betul-betul di sikapi," jelasnya.
Dari 17 isu tersebut ada beberapa yang paling penting seperti, buruknya tata ruang kota di 27 daerah yang ada di Jawa Barat. Kondisi ini dirasakannya sudah sangat memperihatinkan dan akan berdampak ke bencana alam.
"Lalu yang kedua, bahwa penyusutan kawasan hutan itu telah disebabkan oleh kegiatan-kegiatan Perum Perhutani yang di mana lebih banyak dominasi selama ini Perum Perhutani itu melakukan atau mengeluarkan KSO-KSO untuk melakukan tambang dan pengembangan wisata," kata dia.
Selain itu, saat ini mafia tanah tidak hanya terjadi di internal ATR/BPN tapi juga di wilayah perkebunan yang cukup besar di mana pengembangan wisata, pengembangan properti itu juga terjadi di kawasan tersebut.
"Sehingga perlu dievaluasi secara komprehensif apa yang dilakukan atau yang dikerjakan oleh perkebunan ketika mereka mengantongi izin HGU," ucapnya.
Selain itu, Iwang menilai persoalan juga terjadi di wilayah proyek strategis nasional di mana hal ini tidak mencerminkan dalam pengentasan kemiskinan sesuai yang dinarasikan oleh pemerintah. Dia mengatakan, banyak masyarakat yang kini tersingkirkan akibat proyek dari pemerintah.
"Faktanya masyarakat mata pencariannya hilang di mana warga Indramayu yang berdekatan dengan PLTU diganggu, dicemari lautnya dan juga dihilangkan mata pencahariannya," kata dia.
Berikut daftar isu yang jadi tuntutan massa aksi:
Daftar Menu Part 1
1. Tata Ruang Yang Buruk
2. Alih Fungsi Lahan KBU
3. Audit Lingkungan
4 Rusaknya Kawasan Hutan dan Karst oleh Tambang
5.Perum Perhutani Penyebab Deforestasi
6. Das dan Mikro Das Kritis
7. TPA Sarimukti Overload
8. Terbitnya Kerja Sama dengan TNI oleh Pemprov
9. Reforma Agraria diambil Alih TNI
10.PTPN dan Swasta biang Mafia Tanah
Daftar Menu Part 2
11. Turunnya Status Cagar Alam dan Konservasi dibawah BKSDA
12. Maraknya izin kegiatan dibawah TNGC
13. Evaluasi seluruh KSO tambang di Jawa Barat
14. Kerusakan wilayah pesisir
15. PSN Pemicu Konflik
16. Sektor Energi menambah pemanasan global
17. Skema palsu co-firing membabat kawasan hutan (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

