Gila... Open BO dengan Harga Tinggi, Pria di Bandung Ini Malah Pengen 'Eksekusi' di Kandang Ayam
Bermodalkan Rp800 ribu, HR (23) ingin melampiaskan hasrat birahinya dengan cara Open BO (booking out) dari salah satu aplikasi kencan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung-Bermodalkan Rp800 ribu, HR (23) ingin melampiaskan hasrat birahinya dengan cara open BO (booking out) dari salah satu aplikasi kencan.
Bukannya di tempat kos atau hotel, HR malah ingin melakukan hubungan badan di kandang ayam yang terletak di wilayah Bandung.
Kejadian itu berawal pada 6 Maret 2023 malam hari. Saat itu korban LSN (26) bersama temannya I dan H tengan berada di tempat kostnya. Saat itu, teman korban mendapat order melalui aplikasi kencan bahwa ada pelanggan yang menawar.
I menyampaikan kepada korban bahwa ada pelanggan menawar dengan harga Rp 800 ribu. Namun, dengan harga tersebut pelaku tidak ingin melakukan hubungan badan di kamar kost.
"Tapi harus di tempat yang ditentukan oleh pelaku, di mana untuk titik penjemputan di GOR Ariska Futsal," tutur Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono di Mapolres Cimahi, Rabu (15/3/2023).
"Karena harga, berbeda dengan biasanya, artinya harga ini lebih tinggi dari biasanya, maka korban mau menuruti keinginan pelaku," sambungnya.
Sekitar pukul 22.06 WIB, saksi H mengantar korban ke Gor Ariska Futsal menurunkan di situ sesuai dengan perjanjian dengan pelaku.
"Pelaku bertemu dengan korban dan membawa ke arah TKP dan saksi H tetap mengikuti, namun karena malam hari terputus pandangan karena sudah gelap," paparnya.
Selanjutnya, dari hasil penyidikan Satreskrim Polres Cimahi menemukan fakta bahwa pelaku pembunuhan inisial HR (23) alamat padalarang.
"Jadi, pada saat korban ini di bawa ke kandang ayam, di situ pelaku langsung melakukan pemaksaan untuk bersetubuh. Korban sempat menolak karena takut karena berada di bawah ancaman," ujarnya.
Karena korban menolak, lanjut dia, pelaku memukul korban sehingga korban terjatuh dan saat korban terjatuh, di situ ada upaya pelaku untuk tetap memaksa bersetubuh.
"Korban sempat berteriak minta tolong, namun pelaku berupaya memasukan tangan kirinya ke mulut korban supaya tidak ada orang yang menolong," ungkapnya.*** (Agus Satia Negara)
Editor : JakaPermana


