Ginjal Bisa Rusak Tanpa Gejala, Siapa Saja yang Perlu Rutin Periksa?
Penyakit ginjal sering kali berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Banyak orang baru mengetahui kondisi tersebut ketika fungsi ginjal sudah menurun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Penyakit ginjal sering kali berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Akibatnya, banyak orang baru mengetahui kondisi tersebut ketika fungsi ginjal sudah menurun cukup parah dan membutuhkan penanganan intensif.
Dilansir dari The Conversation, ahli bedah urologi sekaligus peneliti penyakit ginjal mengingatkan bahwa ginjal dapat kehilangan hingga 90 persen fungsinya sebelum seseorang mulai merasakan keluhan.
Padahal, ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dari darah, menjaga keseimbangan cairan dan mineral tubuh, mengatur tekanan darah, hingga membantu pembentukan sel darah merah.
Saat fungsi ginjal mulai menurun, gejala yang muncul biasanya berupa tubuh mudah lelah, pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki, tekanan darah tinggi yang sulit dikendalikan, sesak napas, lebih sering buang air kecil terutama pada malam hari, hingga urine berbusa.
Sayangnya, ketika gejala tersebut muncul, kerusakan ginjal umumnya sudah sulit dipulihkan. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit berkembang menjadi gagal ginjal.
Para ahli menyarankan kelompok yang memiliki risiko tinggi menjalani pemeriksaan kesehatan ginjal secara berkala, setidaknya setiap satu hingga dua tahun.
Kelompok tersebut meliputi penderita diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, perokok aktif maupun mantan perokok, orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, serta mereka yang berusia di atas 60 tahun.
Pemeriksaan ginjal sebenarnya tergolong sederhana. Dokter biasanya akan mengecek tekanan darah, melakukan tes darah untuk menilai fungsi ginjal, serta tes urine guna melihat adanya protein yang menjadi salah satu tanda awal kerusakan ginjal.
Selain rutin memeriksakan diri, menjaga kesehatan ginjal juga dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup. Mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, menjaga berat badan ideal, mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, tidak merokok, serta memenuhi kebutuhan cairan setiap hari menjadi langkah yang dianjurkan.
Editor : Doni Ramdhani


