Gotas Bebas, PDIP Cirebon Yakin Dongkrak Suara Partai  

PDIP Kabupaten Cirebon yakin kebebasan mantan Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Tasiya Soemardi Al Gotas alias Gotas bakal dongkrak suara partai.

Gotas Bebas, PDIP Cirebon Yakin Dongkrak Suara Partai   
Mantan Wabup Cirebon Tasiya Soemardi Al Gotas alias Gotas mengunjungi DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

INILAHKORAN, Cirebon –  PDIP Kabupaten Cirebon yakin kebebasan mantan Wakil Bupati (Wabup) Cirebon Tasiya Soemardi Al Gotas alias Gotas bakal dongkrak suara partai.

Gotas dinyatakan bebas bersyarat setelah menjalani hukuman lima tahun lebih atas kasus korupsi Bansos Kabupaten Cirebon.

Ketua Bapilu DPC PDIP Kabupaten Cirebon, Anwar Asmali mengakui, bebasnya Gotas akan sangat berpengaruh kepada elektabilitas suara PDIP di Kabupaten Cirebon.

"Ada angin segar ketika Gotas bebas. Bagaimanapun dia adalah kader militan. Karena selama dia menjadi ketua dewan dan wabup, PDIP terus menjadi pemenang pemilu di Kabupaten Cirebon," kata Anwar, Rabu 15 Desember 2021.

Baca Juga: Berminat? ITB Kampus Cirebon Buka Tujuh Program Studi Ini

Anwar menjelaskan, militansi Gotas untuk PDIP tidak diragukan lagi. Meskipun perolehan kursi di legislatif ada penurunan, tapi suara PDIP tetap mayoritas dan menjadi pemenang pemilu. Apalagi sampai saat ini, Gotas tetap menjadi kader PDIP dengan loyalis yang cukup banyak. Terbukti, saat Gotas ditahan, suara PDIP turun dan bukan menjadi pemenang pemilu.

"Kasus gotas itu, sangat berpengaruh kepada perolehan suara partai. Meskipun memang banyak faktor, namun dengan masuknya Pak Gotas dalam tahanan, sangat berpengaruh kepada perolehan suara partai. Buktinya, PDIP bukan menjadi pemenang pemilu lagi di Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Sementara itu, Gotas menyebutkan dirinya masih tetap menjadi kader militan  PDIP. Kedatangannya ke DPC PDIP Kabupaten Cirebon, selain ingin melihat tanah miliknya yang dipakai kantor DPC, juga temu kangen dengan kader-kader DPC PDIP Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Tinggal Menunggu Ini Tembus Vaksinasi 100 Persen

"Saya ini kader militan dan tidak akan pindah ke partai manapun. Saya hanya ingin melihat tanah saya yang dipakai untuk kantor DPC PDIP. Saya kan sudah lama tidak ke sini sekalian silaturahmi," ucapnya.

Gotas mengakui, memang selama ini suara partai menurun drastis. Kasus korupsi mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi, merupakan salah satu penyebab, PDIP Kabupaten Cirebon, bukan menjadi pemenang pemilu lagi. Untuk itu, dirinya berkomitmen tinggi untuk mengembalikan suara partai menjadi pemenang pemilu di Kabupaten Cirebon.

"Selagi DPP masih percaya kepada saya, tetap saya komitmen membesarkan suara partai kembali. Loyalis saya masih banyak. Sekarang bagaimana bupati saja. Apakah komitmen membesarkan partai atau tidak. Pak Imron kan ketua DPC nya sekarang, " terang Gotas.

Baca Juga: Mantan Wabup Cirebon Gota Dinyatakan Bebas BersyaratBaca Juga: Mantan Wabup Cirebon Gota Dinyatakan Bebas Bersyarat

Gotas menambahkan, dirinya sama sekali tidak dendam dengan Sunjaya. Meskipun pernah punya masalah secara pribadi, namun dirinya sudah mengiklaskan semua masalah yang pernah terjadi. Dirinyapun mendukung penuh kinerja Bupati Imron, untuk melanjutkan pembangunan yang sudah berjalan.

"Semua saya suport. Bupati juga orang merah dan pasti saya dukung. Kalau ada kesalah pasti saya akan ingatkan," tukasnya. *** (Maman Suharman)


Editor : inilahkoran