GPS Awasi Jejak Armada: Roda Terukur Kerja Teratur

JEJAK armada kini mulai diawasi dengan teknologi. Disperumkim Kota Bogor memasang GPS tracker dan fuel sensor untuk meningkatkan efisiensi.

GPS Awasi Jejak Armada: Roda Terukur Kerja Teratur
LANGKAH EFISIENSI: Pemasangan GPS tracker dan fuel sensor pada kendaraan operasional Disperumkim Kota Bogor. Alat tersebut dipasang untuk efisiensi dan meningkatkan efektivitas pengoperasian kendaraan operasional. Untuk tahap awal, dua alat tersebut dipasang pada satu unit dumptruk pertamanan Disperumkim Kota Bogor.

Oleh: Rizki Mauludi

Sebuah dumptruk pertamanan Disperumkim Kota Bogor kini memiliki mata dan pencatat sendiri. Pergerakannya dapat dipantau, sementara penggunaan bahan bakarnya bisa diukur secara lebih akurat.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya Disperumkim Kota Bogor meningkatkan efisiensi dan efektivitas kendaraan operasional melalui pemasangan GPS tracker dan fuel sensor.

Untuk tahap awal, teknologi tersebut baru dipasang pada satu unit kendaraan yang digunakan untuk mengangkut sampah dari taman, jalur hijau, serta hasil penebangan dan pemangkasan pohon.

Sekretaris Disperumkim Kota Bogor Erwin Gunawan mengatakan pemasangan alat tersebut merupakan langkah awal untuk membangun sistem pengawasan armada yang lebih terukur.

"Ya, jadi Disperumkim Kota Bogor mencoba memulai pemasangan GPS tracker dan fuel sensor untuk unit kendaraan atau armada pertamanan ya untuk pengangkutan sampah dari taman, jalur hijau dan hasil penebangan atau pemangkasan pohon," ungkap Erwin di Kantor Disperumkim Kota Bogor, Rabu (22/7). 

Menurut dia, teknologi tersebut diharapkan mampu memberikan efisiensi yang berdampak pada peningkatan kinerja organisasi.

"Untuk tahap awal ini atau jangka pendek 2 bulan ke depan, baru dipasang pada satu unit dumptruk dulu. Ini dalam tahap uji coba. Kalau lancar, insya Allah nanti kami pasang pada unit-unit yang lain ya," terangnya.

Selama ini, kendaraan operasional pemerintah memiliki tugas yang berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain. Mulai dari merawat ruang terbuka hijau hingga mengangkut material hasil pemeliharaan taman.

Melalui GPS tracker, setiap pergerakan kendaraan nantinya dapat diketahui secara langsung. Sementara fuel sensor akan membantu memastikan penggunaan bahan bakar sesuai kebutuhan pekerjaan.

Erwin menjelaskan, pemasangan alat tersebut telah disosialisasikan kepada para pengemudi kendaraan operasional.

"Kami sudah sampaikan ke driver pemasangan alat ini. Tujuannya adalah untuk efisiensi dan terukur nanti untuk penggunaan BBM-nya, sehingga lebih pasti dalam perencanaan maupun di dalam evaluasi," jelasnya.

Selain meningkatkan efisiensi, sistem tersebut juga menjadi bagian dari pengamanan aset daerah. Kendaraan operasional dapat dipastikan bergerak sesuai rute penugasan dan tidak digunakan di luar kepentingan pekerjaan.

"Ya, sehingga kendaraan tidak keluar dari jalur atau rute yang sudah ditentukan. Ini merupakan bagian dari optimalisasi Barang Milik Daerah (BMD) agar tepat guna dan tepat sasaran," paparnya.

Nantinya, data dari GPS tracker dan fuel sensor akan terhubung dengan aplikasi SiMBARA. Sistem tersebut akan digunakan untuk memantau rute perjalanan sekaligus penggunaan bahan bakar kendaraan.

Inovasi tersebut merupakan bagian dari aksi perubahan yang digagas jajaran Disperumkim Kota Bogor untuk memperbaiki sistem pengawasan armada operasional.

Erwin menyebut langkah itu mendapat dukungan dari Kepala Disperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi karena dinilai mampu memperkuat pengelolaan kendaraan dinas. (gin)


Editor : Inilahkoran