Ketika Kenangan Lama Menemukan Cerita Baru

KENANGAN masa lalu membawa Raffi Ahmad kembali ke Bogor. Kali ini, ia datang dengan gagasan tentang masa depan generasi muda.

Ketika Kenangan Lama Menemukan Cerita Baru
SAMBANGI BOGOR: Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad bersama Presiden RANS Simba Bogor, Gading Marten menyambangi Balai Kota Bogor, Kamis (10/9).

Oleh: Rizki Mauludi

Ada kota yang sekadar dilewati, ada pula yang meninggalkan cerita panjang. Bagi Raffi Ahmad, Bogor termasuk yang kedua. Sekitar seperempat abad lalu, jauh sebelum namanya dikenal luas seperti sekarang, Raffi muda datang ke Bogor bersama ayahnya, almarhum Munawar Ahmad. 

Kala itu, dia belum membayangkan perjalanan kariernya akan membawanya menjadi salah satu figur penting di industri hiburan Tanah Air.

Bogor menjadi salah satu bagian awal dari perjalanan tersebut. Lokasi syuting di kawasan IPB dan Kebun Raya Bogor masih tersimpan dalam ingatannya. Begitu pula perjalanan menggunakan angkutan kota berwarna hijau yang kala itu menjadi bagian dari kesehariannya selama berada di Kota Hujan.

"Pengalaman pertamanya menjalani syuting di Bogor terjadi sekitar 25 tahun lalu, tepatnya pada 2000 atau 2001. Bogor ini banyak kenangannya," kata Raffi saat menyambangi Balai Kota Bogor bersama Presiden RANS Simba Bogor, Gading Marten, Kamis (10/9). 

Ingatan itu bahkan merambat hingga urusan kuliner. Raffi masih mengingat rute angkot yang pernah dinaikinya, termasuk kawasan Ciawi dan Warung Jambu, serta makanan yang pernah dinikmatinya selama berada di Bogor.

"Saya mengingat pengalaman menggunakan angkutan kota (angkot) untuk bepergian di Bogor. Pertama kali syuting itu di Bogor diantar sama almarhum papa saya, jadi 25 tahun, 26 tahun yang lalu. Syuting di IPB, syuting di Kebun Raya, naik angkot yang hijau-hijau," tuturnya.

Kenangan lama itu kembali hadir ketika Raffi diterima Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Balai Kota. Bahkan, Dedie menyambutnya dengan salah satu makanan yang sudah akrab dengan lidah Raffi, Makaroni Panggang.

"Makanya tadi sudah disuguhi, ada favoritnya Kang Raffi," kata Dedie.

Namun, kedatangan Raffi kali ini bukan sekadar perjalanan nostalgia. Ada gagasan yang lebih besar yang dibawa: bagaimana menjadikan Bogor sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda melalui olahraga, seni, budaya, kreativitas, dan potensi lokal.

Bersama Gading Marten, Raffi membicarakan pengembangan RANS Simba Bogor agar keberadaannya tidak hanya terasa ketika pertandingan basket berlangsung. Tim tersebut diharapkan benar-benar menjadi bagian dari masyarakat Kota Bogor.

Bagi Pemkot Bogor, keberadaan RANS Simba dapat menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem kepemudaan yang lebih luas. Olahraga tidak berdiri sendiri, tetapi dapat dipertemukan dengan seni, budaya, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.

Dedie A Rachim mengatakan pembahasan dengan Raffi mencakup sejumlah rencana pengembangan generasi muda. Salah satunya memastikan RANS Simba Bogor menjadi milik dan kebanggaan masyarakat Kota Bogor.

Di sisi lain, terdapat keinginan Raffi untuk ikut mendorong kemajuan Kota Bogor melalui pembinaan kepemudaan, olahraga, seni, dan budaya.

"Jadi itu yang jadi pokok pembicaraan kami. Insyaallah komitmen Pemkot Bogor untuk terus mendukung langkah dari Presiden Republik Indonesia, terutama dalam melaksanakan berbagai rangkaian Asta Cita agar berhasil. Ke depan tentu keinginan kami adalah adanya Generasi Emas Indonesia dari Kota Bogor juga," kata Dedie.

Gagasan tersebut kemudian diarahkan pada kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Tujuannya satu, membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak muda Bogor untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan.

"Sehingga ke depan generasi Bogor ini menjadi generasi yang unggul," tegas Dedie.

Raffi membawa gagasan yang dia sebut Bogor Pride. Konsepnya bukan hanya mengangkat prestasi olahraga, tetapi juga menyatukannya dengan seni budaya, UMKM, hiburan, dan berbagai potensi lokal.

"Jadi kami akan menetapkan Bogor Pride untuk memajukan olahraga basketnya, RANS di Bogor dengan presidennya Pak Gading Marten. Selanjutnya memang akan banyak kegiatan-kegiatan, seperti festival. Nanti saya mungkin mengajak Teh Nagita juga datang ke sini untuk kami bikin namanya RANS Carnival," terang Raffi.

Festival itu nantinya diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai unsur. Basket menjadi salah satu magnet, sementara UMKM, pertunjukan seni budaya, dan hiburan menjadi bagian lain yang menghidupkan suasana.

Raffi juga ingin membawa semangat eksplorasi potensi daerah melalui rencana berkomunikasi dengan Ariel dan Desta, yang tergabung dalam The Dudas Minus One. Mereka direncanakan menjelajahi berbagai daerah di Indonesia menggunakan kendaraan listrik untuk menemukan cerita dan keunggulan lokal.

Bogor menjadi salah satu daerah yang ingin dieksplorasi. Bukan hanya tempat-tempat yang sudah dikenal, tetapi juga sisi lain kota yang mungkin belum banyak diketahui generasi mudanya.

"Di Bogor ini sudah saya tanya ke Kang Wali Kota, 'Kang, apa yang memang kita mau eksplor? Apa kebudayaannya, culture-nya?' Banyak, karena tempat-tempat heritage di Bogor yang anak-anak muda itu perlu tahu," jelas Raffi.

Dia melihat Bogor memiliki banyak ruang bersejarah yang menyimpan daya tarik tersendiri. Tempat-tempat itu, menurutnya, perlu kembali diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka tidak hanya tinggal di kotanya, tetapi juga mengenal cerita yang membentuk kota tersebut.

Sementara itu, Gading Marten memastikan RANS Simba Bogor akan memperluas kehadirannya di tengah masyarakat. Aktivitas tim tidak akan berhenti di lapangan basket dan jadwal pertandingan.

"Ke depan kami tidak hanya hadir saat bermain atau pertandingan, tapi kami akan ke sekolah-sekolah. Kami akan charity, kami akan mencari bibit-bibit muda ke sekolah-sekolah," kata Gading.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan RANS Simba sebagai bagian dari kebanggaan Kota Bogor sekaligus mencari talenta-talenta baru dari lingkungan sekolah.

"Kami akan semaksimal mungkin untuk menjadi Bogor Pride agar basket di Kota Bogor bisa terus berprestasi," tegasnya. (gin) 


Editor : Inilahkoran