Mengolah Asa dalam Pusaran AKSARA
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Yuliantono
MELALUI program AKSARA (Akselerasi Wirausaha) Jawa Barat 2026, pelaku usaha didorong berkembang menjadi bisnis yang menciptakan lapangan kerja baru.
Bagi seorang pelaku usaha kecil, kata “naik kelas” bukanlah sekadar jargon di atas kertas. Itu berarti sebuah harapan agar produk kuliner, fesyen, atau kerajinan tangan mereka tidak lagi hanya berputar di pasar lokal yang sempit.
Lebih dari modal materi, para pelaku usaha sebenarnya membutuhkan kompas: bagaimana mengelola tata keuangan, menyusun rencana bisnis yang matang, mengurus legalitas, hingga memanfaatkan teknologi digital agar bisa membaca peluang pasar yang lebih luas.
Melalui AKSARA Jawa Barat 2026, sekitar 50 pelaku UMKM terpilih didampingi secara intensif oleh para mentor dan dunia usaha. Program ini hadir untuk menyentuh sisi paling manusiawi dari sebuah bisnis: kepercayaan diri.
Kepala DPMPTSP Jawa Barat, Dedi Taufik menilai, pengembangan kewirausahaan harus bertumpu pada kekuatan daerah masing-masing.
Menurutnya, potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah dapat menjadi modal utama untuk memperkuat daya saing usaha.
“Bagaimana kita mengembangkan potensi-potensi lokal, atau istilahnya gaspol, gunakan potensi lokal,” ujar Dedi dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Ia menegaskan, tantangan pelaku usaha saat ini bukan hanya menghasilkan produk berkualitas, melainkan juga membangun model bisnis yang kuat dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sebab itu, program AKSARA dirancang tidak sekadar memberikan materi pelatihan, tetapi juga membuka akses jejaring bisnis dan peluang kolaborasi.
Menurut Dedi, produk-produk unggulan daerah harus mampu keluar dari pasar lokal dan bersaing di pasar yang lebih besar.
Guna mendukung hal tersebut, pemanfaatan produk lokal dalam berbagai kegiatan, termasuk belanja pemerintah yang memungkinkan, perlu terus diperluas agar UMKM mendapatkan ruang promosi sekaligus peningkatan permintaan.
Lebih jauh, ia menilai keberhasilan UMKM naik kelas akan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian. Pertumbuhan usaha akan memunculkan kebutuhan tenaga kerja baru, memperkuat rantai pasok, hingga menggerakkan sektor pendukung lainnya.
“Harapannya, Jawa Barat memiliki semakin banyak wirausaha baru yang naik kelas. Ketika usaha berkembang, maka akan muncul kebutuhan tenaga kerja baru dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap perekonomian daerah,” katanya. (bsf)
Editor : Inilahkoran

