Persija vs Persib: Janji Dan Harga Diri
STADION Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) bergelora, Kamis (10/9) pagi WIB. Puluhan ribu Bobotoh menitipkan harapan di pundak para penggawa Pangeran Biru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Muhammad Ginanjar
Meski matahari belum meninggi dan hari itu adalah hari kerja, ribuan Bobotoh memilih meluangkan waktu, mengambil cuti, hingga rela menepi sejenak dari rutinitas.
Mereka menggeruduk sesi latihan terbuka Persib Bandung. Tujuannya hanya satu: membakar mental pasukan Igor Tolic sebelum bertolak ke Jakarta untuk melakoni laga El Clasico sarat gengsi melawan Persija Jakarta, Sabtu (12/9) mendatang.
Bagi Bobotoh, mendukung langsung ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) kali ini adalah kemustahilan. Namun, cinta tak pernah kehabisan cara. Jika mereka dilarang berteriak di Jakarta, maka Bandung akan mereka buat bergemuruh lebih awal.
Maka asap suar (flare) mulai membubung mewarnai langit GBLA dengan pekatnya warna biru. Chant-chant pembakar semangat bergema dari tribun, menggetarkan lapangan pendamping tempat Marc Klok dan kawan-kawan mematangkan taktik.
Latihan yang semula berjalan tenang berubah menjadi sakral. Melihat militansi suporter yang tak terbendung, seluruh pemain dan staf pelatih menghentikan aktivitas mereka. Mereka berjalan mendekat ke arah tribun, membuat lingkaran, dan mendengarkan langsung detak jantung pendukungnya.
Di hadapan ribuan pasang mata, kapten Persib, Marc Klok, mengambil pelantang suara. Dengan tatapan tajam dan suara yang lantang, ia meyakinkan suporter bahwa tim tidak akan membiarkan keringat mereka sia-sia.
"Kami akan berjuang demi harga diri Bobotoh semua. Pemain punya mimpi yang sama untuk kemenangan. Ini tentang harga diri kami untuk Jawa Barat," pekik Marc Klok yang disambut gemuruh tepuk tangan riuh.
Klok lantas memberi sebuah penegasan betapa timnya benar-benar siap menaklukkan Macan Kemayoran di kandangnya sendiri.
“Tiga musim sebelumnya kita belum dikalahkan sama mereka. Kita punya skuat baru, pelatih baru, kita mau lanjutkan mimpi ini,” ujarnya.
Di antara ribuan suporter yang bersuara lantang, terselip banyak pengorbanan. Ada bapak yang menggendong anaknya, remaja yang bolos sekolah, hingga pekerja yang rela bertukar shift malam demi bisa berdiri di GBLA pagi itu.
Mereka hanya ingin energi masif yang diledakkan di GBLA terserap sempurna ke dalam nadi para pemain. Mereka ingin skuat Persib melangkah ke Jakarta tidak hanya membawa bekal taktik dari pelatih, tetapi juga membawa pasokan moral yang tak terbatas dari puluhan ribu jiwa yang mencintai tanpa batas.
Bayar Lunas Melihat energi luar biasa dari puluhan ribu Bobotoh, Pelatih Igor Tolic berdiri nyaris seperti patung. Benak dan hatinya memunculkan satu hal yang sama: bayar lunas.
Pelatih Persib asal Kroasia tersebut tampak emosional menyaksikan kesetiaan luar biasa yang terpampang di depan matanya. Baginya, ini bukan sekadar dukungan sepak bola biasa, melainkan sebuah energi magis.
"Luar biasa, seperti biasanya. Musim lalu sudah terasa luar biasa, tapi kali ini jauh lebih baik," ungkap Igor dengan suara yang sarat akan rasa kagum.
Bagi Igor, militansi Bobotoh adalah pengingat mengapa ia mencintai pekerjaan ini. Tekanan menjelang laga bertajuk El Clasico Indonesia melawan rival abadi memang berat, namun cinta dari suporter membuat beban itu berubah menjadi bahan bakar motivasi.
Di balik taktik dan strategi yang sudah ia siapkan, ada janji tulus yang ia bawa dari Bandung. Ia bertekad memberikan segalanya di lapangan demi melihat senyum bahagia di wajah para pendukung setia Pangeran Biru.
"Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuat semua fans bangga, dan pada akhirnya kita akan lihat apa yang terjadi. Tapi satu yang pasti, kami pergi ke Jakarta untuk bertarung dan harapannya fans bisa merasa bangga besok," tegas Igor penuh keyakinan.
Perjuangan Persib pekan ini memang ibarat ujian mental yang tiada habisnya. Usai laga melelahkan di Jakarta, mereka tidak bisa langsung pulang ke Bandung.
Skuat Maung Bandung harus langsung terbang ke Korea Selatan untuk menantang FC Seoul dalam laga perdana fase grup AFC Champions League (ACL) Two pada Rabu (16/9).
Editor : Inilahkoran

