Grab Business Forum 2025: Ketahanan Bisnis Butuh Adaptasi
Analogi Marc Marquez dikisahkan Chatib Basri layaknya membangun ekonomi di tengah ketidakpastian global saat ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Analogi Marc Marquez dikisahkan Chatib Basri layaknya membangun ekonomi di tengah ketidakpastian global saat ini.
Ekonom senior sekaligus Menteri Keuangan periode 2013-2014 itu menegaskan, ketidakpastian merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan dalam perekonomian global. Namun, mengambil analogi pembalap MotoGP Marc Marquez yang mampu bangkit meskipun jatuh 27 kali di musim yang sama, ketahanan justru dibentuk dari kemampuan beradaptasi saat menghadapi risiko, bukan dari usaha menghindarinya.
“Keberanian dalam bisnis dan ekonomi bukan soal berani ambil risiko semata, tapi tentang bagaimana tetap berpijak dan responsif ketika masa depan tidak pasti. Dan itu hanya bisa dicapai jika kita terbiasa jatuh, namun jatuh dengan selamat,” ujarnya,” kata Chatib pada Grab Business Forum bertema “Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth” di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurutnya, Indonesia memiliki tingkat keterpaparan yang relatif lebih rendah terhadap tekanan eksternal dibandingkan banyak negara lain. Dengan rasio ekspor terhadap PDB yang lebih kecil, dan ketergantungan terhadap pasar AS yang hanya sekitar 2,5% dari PDB, Indonesia dinilai memiliki ruang yang lebih stabil untuk bertahan dan tetap tumbuh.
“Di tengah dunia yang sedang goyah, kadang yang kita butuhkan bukan negara yang sempurna, tapi negara yang lebih baik dari alternatif lainnya. Indonesia mungkin bukan yang paling gemilang, tapi justru karena dunia sedang dalam masalah, kita menjadi relatif lebih menarik,” jelas Chatib.
Sedangkan, Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Riyatno menuturkan investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia terbesar kedua sebesar 29,15% pada tahun lalu.
Dia menjelaskan, di tengah situasi yang penuh tantangan saat ini ekonomi digital dan data center menjadi salah satu sektor industri prioritas yang berpotensi besar terhadap investasi. Tahun ini, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$130 miliar atau 44% dari total proyeksi ekonomi digital di Asia Tenggara.
“Tentu ini potensi yang sangat besar. Karena itu kami mendorong kolaborasi triple helix yakni sinergi antara pemerintah, industri, dan juga akademisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ujar Riyatno.
Menurut laporan World Economic Outlook 2025 dari IMF pada April 2025, pertumbuhan ekonomi global 2025 diproyeksikan melambat ke angka 2,8% dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,3%. Seiring eskalasi ketidakpastian kebijakan dan tensi geopolitik global. Indonesia pun tidak luput dari dampaknya. Meski demikian, ekonomi Indonesia tetap memperlihatkan ketahanan relatif dan tumbuh positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I 2025 mencapai 4,87%.
Di tengah gejolak dinamika ekonomi global, fluktuasi pasar, dan percepatan transformasi teknologi, dunia usaha dihadapkan pada tantangan untuk berani beradaptasi dalam perubahan dan mengambil langkah baru. Gelaran Grab Business Forum 2025, Grab menyoroti peran teknologi sebagai kunci dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis.
Sementara, Director of Grab For Business Roy Nugroho mengatakan, dukungan platform yang andal, seperti Grab For Business dan berbagai solusi B2B Grab dirancang untuk menyederhanakan segala kebutuhan operasional usaha.
“Keberanian bereksperimen harus dibarengi dengan platform yang terpercaya untuk mendukung produktivitas, efisiensi, dan kontrol di perusahaan. Grab For Business dan rangkaian solusi B2B dari Grab seperti GrabAds dan GrabMaps berperan untuk menyederhanakan operasional sehari-hari, mulai dari pengelolaan mobilitas, logistik, pengiriman makanan, kebutuhan pokok harian, sampai ke pengendalian biaya yang didukung dengan insight berbasis data,” tuturnya.
Grab For Business merupakan solusi B2B dari Grab yang menghadirkan berbagai layanan terintegrasi dalam satu portal, mulai dari transportasi, pengiriman, makanan, hingga belanja dan periklanan digital. Hingga kini, puluhan ribu perusahaan di Indonesia telah memanfaatkan platform Grab For Business, dari bisnis kecil hingga korporasi besar untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional mereka.
Senada dengan itu, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menggarisbawahi pentingnya keberanian untuk bereksperimen dan cermat dalam mengembangkan strategi baru.
Editor : Doni Ramdhani

