Guru Vokasi Mengejar Teknologi

Guru Vokasi Mengejar Teknologi
TINGKATKAN KOMPETENSI: Kemendikdasmen kembali membuka program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi.

INILAH, Jakarta - Perubahan teknologi tak lagi datang perlahan. Ketika satu teknologi belum sepenuhnya dikuasai, teknologi baru sudah muncul dan membawa cara kerja yang berbeda. Situasi inilah yang kini menjadi tantangan besar bagi guru-guru sekolah menengah kejuruan (SMK).

Sebab, ruang kelas vokasi tidak hanya dituntut melahirkan siswa yang memahami teori. Lebih dari itu, lulusan harus memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali membuka Program Peningkatan Kompetensi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Vokasi Tahun 2026 Angkatan 4.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pendidikan vokasi sekaligus mendekatkan pembelajaran di SMK dengan kebutuhan industri.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat mengatakan, peningkatan kemampuan guru vokasi kini bukan lagi sekadar pilihan. Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat guru harus terus belajar agar tidak tertinggal.

“Perkembangan teknologi jika tidak disikapi dengan cermat oleh kita, khususnya guru-guru di SMK, maka nanti lulusan kita tidak siap untuk bekerja, karena teknologinya sudah melampaui, ini tantangannya,” kata Atip dalam rilis yang disiarkan di Jakarta, Selasa (11/8).

Kecepatan perubahan teknologi menjadi persoalan tersendiri. Jika dahulu perkembangan teknologi dapat diukur dalam hitungan tahun, kini perubahan bisa terjadi jauh lebih singkat.

Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi berkembang sekaligus mengubah kebutuhan dunia kerja.

“Para guru harus terus di-upskilling karena kita menyadari, kecepatan teknologi sekarang tidak lagi dalam hitungan tahun. Mungkin ke depan dalam hitungan satu bulan sudah muncul teknologi baru, ini tantangan yang luar biasa,” ujarnya. (gin)


Editor : Inilahkoran