Hadapi Puncak Pendaftaran SPMB 2025, Disdik Kota Bandung Siapkan Server Cadangan
Disdik Kota Bandung menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, menghadapi lonjakan akses saat puncak pendaftaran sistem penerimaan murid baru SPMB 2025 tingkat SMP yang akan berlangsung pada 23-27 Juni 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung -Disdik Kota Bandung menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, menghadapi lonjakan akses saat puncak pendaftaran sistem penerimaan murid baru SPMB 2025 tingkat SMP yang akan berlangsung pada 23-27 Juni 2025.
Plt Sekretaris Disdik Kota Bandung yang juga Ketua Tim SPMB 2025 Edy Suparjoto mengatakan, sistem pendaftaran online sejauh ini berjalan lancar tanpa gangguan. Ia memastikan, server utama tetap stabil dan telah diperkuat dengan peningkatan bandwidth serta penambahan kapasitas server.
"Server normal, tidak ada kendala. Kapasitas bandwidth sudah ditambah, begitu juga dengan server. Sampai hari ini sudah tercatat 38.652 peserta yang mendaftar," kata Edy Suparjoto, Rabu 11 Juni 2025.
Pihaknya memprediksi puncak akses akan terjadi pada hari ketiga dan keempat pendaftaran, serta saat pengumuman hasil seleksi pada 7 Juli mendatang. Untuk itu, mereka telah menyiapkan sistem yang mampu menampung hingga 60 ribu akses serentak dengan bandwidth minimal 300 Mbps.
"Kami juga sudah berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama masa krusial. Tapi kalaupun ada, kami sudah siapkan genset agar server tetap menyala," ucapnya.
Tak hanya itu dituturkan ia, Disdik juga menyediakan server cadangan sebagai langkah mitigasi apabila terjadi gangguan teknis pada server utama. Menurutnya, semua skenario darurat telah dipersiapkan agar proses pendaftaran tetap berjalan mulus.
"Kita punya plan A dan plan B. Semua kami siapkan agar masyarakat tidak mengalami kendala saat login atau mengunggah data," ujar dia.
Edi menyebut, pihaknya juga menyediakan layanan bantuan. Baik secara langsung di kantor, maupun daring untuk mendampingi orang tua atau calon peserta yang mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran.
"Ada petugas kami yang siap bantu, baik offline maupun online. Di Disdik juga ada layanan satu pintu yang melibatkan Dinsos dan Disdukcapil. Jadi pembaruan data bisa dilakukan langsung di tempat," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

