SPMB 2025 Jalur Domisili Masih Berlangsung, Disdik Cimahi Prediksi Dua Ribu Anak Tak Masuk SMP Negeri
Para calon siswa masih saling berlomba-lomba untuk memperebutkan kursi di sejumlah SMP negeri di Kota Cimahi pada Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB 2025 tahap 2.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Para calon siswa masih saling berlomba-lomba untuk memperebutkan kursi di sejumlah SMP negeri di Kota Cimahi pada Sistem Penerimaan Murid Baru SPMB 2025 tahap 2.
Diketahui, dalam SPMB 2025 di Kota Cimahi terdapat 16 SMP yang menjadi tujuan para calon peserta didik baru yang tersebar di 15 kelurahan di Cimahi dengan total daya tampung siswa sebanyak 5.283 calon murid baru.
"Untuk daya tampungnya sekitar 5 ribu calon murid baru, sementara pendaftar itu kita prediksi lebih dari 7 ribuan anak," kata kata Ketua Pelaksana SPMB 2025 Kota Cimahi Heni Tishaeni, Rabu 25 Juni 2025.
"Persaingan ketat karena ada 2 ribu anak yang tidak akan diterima," ucapnya.
Heni menjelaskan, jumlah calon peserta didik di setiap rombongan belajar (rombel) bakal berbeda di masing-masing sekolah.
Misalnya, untuk SMP yang ada di kawasan padat penduduk, bakal lebih padat ketimbang kelurahan yang jumlah penduduknya lebih sedikit.
"Di setiap sekolah beda-beda, ada yang daya tampungnya 440 anak, 490-an anak, bahkan ada yang cuma 190-an anak," jelasnya.
"Di Melong dan Cibeureum misalnya, itu kan wilayah padat penduduk, SMP 4 yang bisa mengakomodir itu per kelasnya sampai 45 anak. Kalau SMP lain mungkin cuma 36 anak," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna mengatakan, untuk calon peserta didik baru yang tidak diterima di SMP negeri diarahkan untuk bersekolah di swasta demi pemerataan.
"Dari Kementerian Pendidikan itu kan prinsipnya anak sekolah di dekat rumah. Kita juga mempertimbangkan sekolah swasta, sehingga kapasitasnya disesuaikan. Yang tidak diterima di sekolah negeri, bisa mendaftar ke sekolah swasta," kata Nana.
Disamping itu, jika berkaca pada kisruh soal perubahan status calon murid baru yang mendaftar ke SMP melalui jalur prestasi pada tahap 1, pihaknya memastikan sistem sudah siap secara keseluruhan.
"Evaluasi tahap 1 itu salah satunya sistem aplikasi. Supaya tidak terjadi hal seperti kemarin sudah kita persiapkan, pelajaran berharga memang buat kita," ujarnya.
"Apalagi ini transisi untuk sistem SPMB di 2026, dengan kebijakan yang berubah sesuai pemerintah pusat," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


