Hadiri Konferensi MWC NU Cipeundeuy, Yayat T Soemitra Berikan Pesan Khusus kepada Pengurus Baru
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) guna memilih Rois Syuriah dan Tanfidziah yang baru di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Irfan di Jalan Raya Cipeundeuy, Desa Sukahaji, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) guna memilih Rois Syuriah dan Tanfidziah yang baru di Aula Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Irfan di Jalan Raya Cipeundeuy, Desa Sukahaji, Kecamatan Cipeundeuy, Bandung Barat.
Tak hanya itu, dalam Konferensi tersebut juga melantik 12 ranting MWC NU Cipeundeuy yang turut dihadiri sejumlah pengurus dan tokoh PCNU KBB, seperti Ketua PCNU KBB Agus Mulyadi, Camat Cipeundeuy Agus Ganjar, Rois Syuriah MWC NU Cipeundeuy Dindin Jamaludin, Ketua MWC NU Cipeundeuy Mustofa Kamil dan yang paling menjadi sorotan hadirnya mantan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra.
"Konferwil MWC NU Cipeundeuy ini tentunya mendemisionerkan kepengurusan yang lama kemudian memilih Rois Syuriah dan Ketua Tanfidziah untuk masa khidmat berikutnya," kata Ketua Pelaksana Konferensi MWC NU Cipeundeuy, Mansyur Suryana saat disela kegiatan.
Kemudian, merumuskan program kerja MWC NU lima tahun ke depan dalam sidang komisi tersebut.
"Yang dilantik ada 12 ranting di Cipeundeuy. Ke depan tentunya diharapkan lebih baik lagi, lebih maju, apa yang sudah dicita-citakan dan diprogramkan bisa terlaksana dan berhasil sesuai dengan cita-cita para ulama NU," jelasnya.
Adapun program yang sudah biasa dimunculkan, yakni Asy'ariyah dan untuk produknya sendiri dengan mencetak belasan kader yang sudah mengikuti sekolah kader NU.
"Kalau untuk kontribusi tentu kita selalu bersinergi dengan pemerintah yang ada, kita juga terus mengakomodir berbagai pihak untuk senantiasa bersama-sama, terutama dalam menjaga fikroh nahdliyah atau ajaran Ahlussunah Waljamaah," terangnya.
"Kontribusinya masih di sekitar itu, tapi kalau untuk pemberdayaan umat kita juga masih bertahap, masih dalam proses. Jadi, belum sepenuhnya kita bisa berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi umat," sambungnya.
Meski begitu, untuk pemberdayaan ekonomi itu pihaknya fokuskan di berbagai Badan Otonom (Banom), diantaranya UMKM berbasis Banom NU dan itu sudah berjalan.
"Ada beberapa kelompok yang sudah berjalan, di Muslimat NU juga, PPNU, semuanya sudah berjalan, tapi belum ada perkembangan yang terlalu signifikan," ujarnya.
Mansyur pun mengakui adanya sejumlah kekurangan dari MWC NU Cipeundeuy yang harus dievaluasi agar menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas NU itu sendiri.
"Kekurangan kita, kita kurang silaturahmi, konsolidasi dan ini jadi bahan evaluasi bagi kepengurusan yang baru," ucapnya.
Ketua PCNU KBB, H. Agus Mulyadi mengatakan, PCNU KBB sudah menjadikan konferensi sebagai suatu kewajiban.
"Kalau konferensi itu untuk tingkatkan MWC, PCNU, Pengurus Cabang dan PWNU Provinsi Jawa Barat," ucapnya.
Sedangkan, sambung Agus, untuk tingkat ranting dan pengurus anak ranting disebut musyawarah.
"Konferensi MWC NU Cipeundeuy ini dilaksanakan lantaran masa khidmat pengurus lama sudah habis. Jadi mesti dilaksanakan konferensi," ujarnya.
"Terimakasih yang sebesar-besarnya bahwa pelaksanaan konferensi sudah sesuai dengan AD/ART," ungkapnya.
Sehingga, lanjut Agus, kepercayaan dari konferensi ini bisa menghasilkan ulama Rois Syuriah MWC NU Cipeundeuy.
"Jangan sampai hanya masuk, tapi harus benar-benar berkhidmat. Diharapkan dengan terbentuknya kepengurusan baru sebagai MWC NU harus sama-sama berkhidmat dan semuanya harus berkomitmen kepada NU," tegasnya.
Agus mengakui, seharusnya masa khidmat Pengurus Cabang NU (PCNU) KBB sudah habis pada 17 September 2023. Namun, karena sesuatu hal kemarin dari PBNU sudah menyampaikan surat supaya mengajukan masa khidmat perpanjangan.
"Kebetulan di Jabar ada 7 PCNU Kabupaten/kota yang sudah habis masa khidmatnya," sebutnya.
"Tapi, kami mengingatkan agar kegiatan yang bakal dibuat oleh MWC NU supaya bisa dilaporkan kepada PCNU KBB karena kebetulan bekerjasama dengan Badan Otonom (Banom) dan lembaga-lembaga yang di MWC NU Cipeundeuy," pungkasnya.
Sementara itu, Mustasyar PCNU KBB Yayat T Soemitra menambahkan, dengan lahirnya pengurus MWC NU Cipeundeuy diharapkan bisa menjadi tonggak sejarah baru berbagai inovasi dalam berbagai sektor tanpa menghilangkan esensi-esensi keilmuan yang ada pada tubuh NU.
"Saya berharap para pengurus MWC NU Cipeundeuy bisa menjadi role model dalam berinovasi baik dalam memperkokoh keimanan umat dan kesejahteraan umat," ujarnya.
"Tapi, paling tidak hal ini bisa dimulai dari internal kepengurusan yang baru dengan membangun soliditas yang kokoh melalui silaturahmi sesama pengurus dan kader lainnya," sambungnya.
Selain itu, tambah Yayat, saling berkompetisi dan berlomba dalam berbuat kebaikan dengan berbagai karya yang terlahir dari dalam diri, sehingga bisa bermanfaat bagi umat.
"Kader NU harus mampu bersaing secara sehat, terutama dalam menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar dan mampu berkontribusi bagi umat," tandas Yayat yang tak lain mantan Wakil Bupati Bandung Barat periode 2013-2018.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

