Hadist Masbuk dalam Sholat, Ikuti Saja Gerakan Imam
Seorang makmum dikatakan mendapatkan pahala sholat jamaah ketika mendapatkan tasyahud akhir bersama imam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Seorang makmum dikatakan mendapatkan pahala sholat jamaah ketika mendapatkan tasyahud akhir bersama imam.
Ini pendapat Syafi’iyyah dan Hanafiyah. Mereka berdalil dengan hadits dari Abu Qatadah radhiallahu’anhu:
بÙÙÙÙ٠ا ÙÙØÙÙÙ ÙÙØµÙÙÙÙ٠٠ع اÙÙØ¨ÙÙ٠صÙÙÙÙ٠اÙÙÙ٠عÙÙÙ ÙØ³ÙÙÙ٠٠إذ٠سÙÙ ÙØ¹Ù جÙÙÙØ¨ÙØ©Ù Ø±ÙØ¬ÙاÙÙØ ÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ صÙÙÙÙÙ ÙÙØ§ÙÙ: ٠ا Ø´ÙØ£ÙÙÙÙÙÙ ÙØ ÙØ§ÙÙØ§: Ø§Ø³ÙØªÙØ¹ÙØ¬ÙÙÙÙÙØ§ Ø¥ÙÙ Ø§ÙØµÙÙÙÙØ§Ø©ÙØ ÙÙØ§ÙÙ: ÙÙØ§ تÙÙÙØ¹ÙÙÙÙØ§ Ø¥Ø°ÙØ§ أتÙÙÙØªÙÙ Ù Ø§ÙØµÙÙÙÙØ§Ø©Ù ÙÙØ¹ÙÙÙÙÙÙÙ Ø¨Ø§ÙØ³ÙÙÙÙÙÙÙØ©ÙØ ÙÙ٠ا Ø£Ø¯ÙØ±ÙÙÙØªÙÙ Ù ÙÙØµÙÙÙÙÙØ§ Ù٠ا ÙÙØ§ØªÙÙÙÙ Ù ÙØ£ØªÙÙ ÙÙÙØ§
“Ketika kami akan sholat bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, beliau mendengar orang-orang yang berteriak-teriak. Maka beliau bertanya: ada apa dengan kalian? Mereka menjawab: kami terburu-buru untuk mendapati sholat jamaah. Nabi lalu bersabda: jangan lakukan demikian (terburu-buru). Jika kalian mendatangi sholat maka hendaknya bersikap tenang. Yang kalian dapati dari sholat jamaah, maka ikutilah. Yang terlewat maka sempurnakanlah” (HR. Bukhari no.635, Muslim no.603).
Baca Juga: Terlalu! Penipu Ngaku Jadi Wali Kota Bogor Bima Arya Gasak Uang PAUD, Begini Modusnya
Dalam riwayat lain:
Ø¥ÙØ°Ùا Ø£ÙÙÙÙÙ ÙØªÙ Ø§ÙØµÙÙÙÙØ§Ø©ÙØ ÙÙØ§ ØªÙØ£ÙتÙÙÙÙØ§ ØªÙØ³ÙعÙÙÙÙÙØ ÙØ£ÙتÙÙÙÙØ§ تÙÙ ÙØ´ÙÙÙÙØ عÙÙÙÙÙÙÙÙ Ù Ø§ÙØ³ÙÙÙÙÙÙÙØ©ÙØ ÙÙ٠ا Ø£Ø¯ÙØ±ÙÙÙØªÙÙ Ù ÙÙØµÙÙÙÙÙØ§Ø Ù٠ا ÙÙØ§ØªÙÙÙÙ Ù ÙØ£ØªÙÙ ÙÙÙØ§
“Jika iqamah sudah dikumandangkan maka jangan berlarian menuju sholat. Namun berjalanlah biasa. Dan hendaknya kalian bersikap tenang. Yang kalian dapati dari sholat jamaah, maka ikutilah. Yang terlewat maka sempurnakanlah” (HR. Bukhari no.908, Muslim no.602).
Masbuk dalam sholat dalam hadist diatas dijelaskan bukan berarti bisa disengajakan dengan santai.
Baca Juga: Bolehkah Sholat Menggunakan Mukena Bermotif? Ini Penjelasan Hukumnya dari Buya Yahya
Tapi tetap hanya bisa dilakukan dalam keadaan terdesak setelah ada usaha berjamaah di awal waktu bersama imam.
Seperti dicontohkan para sahabat dengan cepat berlarian terburu-buru saat Rasulullah SAW akan memulai sholat berjamaahnya.***(Lia Kamilah)
Editor : inilahkoran

