Haduh, Masih Ada Tumpukan Sampah di Sungai Ciparay

Kendati kerap menimbulkan luapan banjir saat hujan deras, sampah masih menghiasi aliran sungai Ciparay, Karangpawitan, Garut. Bukti kesadaran masyarakat minim

Haduh, Masih Ada Tumpukan Sampah di Sungai Ciparay
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Kendati kerap menimbulkan luapan banjir saat hujan deras, sampah masih menghiasi aliran sungai Ciparay, Karangpawitan, Garut. Bukti kesadaran masyarakat minim.

Sungai berhulu dari irigasi Cimaragas itu mengalami pendangkalan cukup parah disertai tumpukan beragam sampah. Kondisi potensial menimbulkan luapan banjir jika curah hujan tinggi.

Sampai-sampai mengantisipasi kemungkinan terjadi banjir, Kodim 0611/Garut pun menggelar karya bakti membersihkan sampah di sungai Ciparay Cijeruk tersebut, Kamis (23/1/2020). Selain personil TNI, turut bergabung dalam kegiatan tersebut anggota Babinkantibmas Polres Garut, unsur pemerintah kecamatan Karangpawitan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut, dan masyarakat lainnya.

“Ini merupakan bentuk kepedulian Kodim 0611/Garut kepada masyarakat, dan lingkungan. Kegiatan ini juga ditunjukan untuk menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan yang lebih antara TNI, dan masyarakat,” kata Dandim 0611/Garut Letkol Infanteri Erwin Agung T.W.A.

Dia pun meminta semua pihak mewaspadai potensi bencana alam dengan semakin meningkatnya curah hujan akhir-akhir ini. Seperti bencana banjir karena meluapnya air sungai akibat banyaknya masyarakat membuang sampah sembangan ke sungai.

"Mengingat dampaknya yang begitu luas, perlu komitmen seluruh masyarakat, dan komponen bangsa untuk bersama-sama mencegah terjadinya bencana alam dengancara menjaga kebersihan lingkungan, dan saluran-saluran air. Marilah kita terus pelihara lingkungan kita dengan melakukan gaya hidup bersih, dan ramah lingkungan agar kita hidup sehat, dan sejahtera !” ingatnya saat memimpin apel kesiapan pelaksanaan Karya Bakti Kodim 0611/Garut.

Pendangkalan serta penumpukan sampah pada aliran sungai irigasi Ciparay itu terutama terjadi di sekitar jembatan Kampung Parabon. Sehingga sering menimbulkan banjir karena aliran air mampat tersumbat sampah. Selain permukiman, lalu lintas sekitar ruas jalan jembatan menghubungkan wilayah Kecamatan Garut Kota dengan Kecamatan Karangpawitan pun menjadi terganggu.

Padahal beberapa kali pernah dilakukan kegiatan pembersihan sampah di sungai irigasi Ciparay tersebut namun kondisinya hingga kini nyaris tak mengalami perubahan. Diduga sampah-sampah bertumpuk di sana lebih banyak berasal dari wilayah permukiman di arah hulu sungai. Konflik antarwarga pun menjadi rentan. (zainulmukhtar)


Editor : Bsafaat