Haji 2026, Komisi IX DPR Soroti Kesiapan Medis dan Gizi Jemaah
Komisi IX DPR meminta Kemenkes memperketat kesiapan medis dan pengawasan gizi jemaah pada penyelenggaraan Haji 2026, terutama bagi kelompok lansia dan rentan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, memberikan perhatian serius terhadap penyelenggaraan ibadah Haji 2026, khususnya terkait perlindungan kesehatan jemaah.
Netty mendesak Kementerian Kesehatan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap ketersediaan obat-obatan dan standardisasi gizi guna mengantisipasi risiko kesehatan di Tanah Suci. Dia menekankan pentingnya audit kesiapan logistik medis, terutama bagi jemaah yang memiliki penyakit bawaan.
“Kami meminta Kemenkes memastikan stok obat-obatan untuk penyakit degeneratif, seperti hipertensi, jantung, dan diabetes, tidak hanya tersedia dalam jumlah yang cukup, tetapi juga terdistribusi secara merata di setiap kloter. Jangan sampai ada jemaah yang kesulitan mengakses obat rutin mereka saat berada di lapangan,” kata Netty dalam keterangan resminya, Selasa (12/5/2026).
Politisi tersebut juga menyoroti komposisi jemaah haji yang masih didominasi kelompok lanjut usia. Menurut dia, visi “Haji Ramah Lansia” yang telah dicanangkan pemerintah harus diimplementasikan secara konkret melalui penguatan personel medis.
“Haji 2026 harus tetap mengusung semangat ‘Haji Ramah Lansia’. Komisi IX menekankan pentingnya pendampingan medis secara one-on-one atau satu lawan satu bagi jemaah dengan kondisi kesehatan rentan. Petugas harus proaktif melakukan jemput bola, bukan sekadar menunggu di posko,” ujarnya.
Selain aspek medis, Netty juga memberi perhatian pada kualitas asupan makanan jemaah selama berada di Arab Saudi.
“Gizi jemaah adalah fondasi utama kesehatan. Perlu pengawasan ketat terhadap standardisasi menu katering agar memenuhi kecukupan kalori serta aspek higienitas yang tinggi. Hal ini sangat krusial untuk menjaga imunitas jemaah agar tetap prima dalam menjalankan rangkaian ibadah yang berat,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Netty berharap pemerintah dapat belajar dari evaluasi tahun-tahun sebelumnya agar manajemen kesehatan Haji 2026 menjadi lebih mitigatif, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang diprediksi masih terjadi di Tanah Suci. ***
Editor : Gin gin T Ginulur


