Hampir Setengah Wilayah, 16 Kecamatan di Kabupaten Bogor Alami Kekeringan

Walaupun di Kabupaten Bogor sudah kerap diguyur hujan, namun wilayah sebarannya belum merata. Hingga, dari beberapa wilayah atau dari total 40 kecamatan, hampir setengahnya atau 16 kecamatan saat ini masih mengalami bencana alam kekeringan. 

Hampir Setengah Wilayah, 16 Kecamatan di Kabupaten Bogor Alami Kekeringan
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, kecamatan di wilayah timur seperti Tanjungsari, Gunung Putri, Sukamakmur, Citeureup, Klapanunggal dan terutama Jonggol menjadi wilayah paling terdampak kekeringan. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Walaupun di Kabupaten Bogor sudah kerap diguyur hujan, namun wilayah sebarannya belum merata. Hingga, dari beberapa wilayah atau dari total 40 kecamatan, hampir setengahnya atau 16 kecamatan saat ini masih mengalami bencana alam kekeringan

Informasi yang dihimpun Inilah Koran, kecamatan di wilayah timur seperti Tanjungsari, Gunung Putri, Sukamakmur, Citeureup, Klapanunggal dan terutama Jonggol menjadi wilayah paling terdampak kekeringan.

Sementara, di wilayah tengah, Kecamatan Cibinong dan Babakan Madang, beberapa desa maupun kelurahan, warganya kesulitan dalam mendapatkan air bersih.

Di wilayah selatan maupun barat, yang umumnya merupakan wilayah kaya air karena berada di kaki Gunung Gede Pangrango dan Gunung Halimun Salak seperti Cisarua, Megamendung, Pamijahan, Nanggung, Leuwisadeng dan Leuwiliang  juga terdampak bencana alam kekeringan.

Di Kecamatan Jasinga dan Ranca Bungur yang meter diatas permukaan laut (mdpl) masih dibawah 1.000 meterpun juga mengalami hal yang sama.

Sebaran wilayah terdampak bencana alam kekeringan, jumlah titik lokasi 80, jumlah kepala keluarga 12.741, jumlah jiwa 38.407 Jiwa, jumlah Kecamatan 16, jumlah Desa 30. dan jumlah bantuan air bersih yang tersalurkan 415.000 liter atau 83 ritase.

Pj Sekda Kabupaten Bogor Suryanto Putra mengaku Pemkab Bogor sudah melakukan penanganan bencana alam kekeringan di sejumlah wilayah yang terdampak.

"Kami, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perumda Air Minum Tirta Kahuripan dan pihak lainnya sudah memberikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami bencana alam kekeringan," ucap Suryanto Putra kepada wartawan, Selasa, 10 September.

Di beberapa wilayah yang masih ada sumber airnya, sambung Suryanto Putra, jajarannya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah membangun sumur bor.

"Pemkab Bogor dibantu TNI juga sudah membangun sumur bor di wilayah terdampak bencana alam kekeringan, namun sumber airnya masih ada. Contohnya, kami sudah membangun sumur boe di Jonggol dan wilayah lainnya menyusul," sambungnya.

Selain itu, di beberapa titik lahan milik negara dan juga lahan kritis, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) juga sudah menanam pohon.

"Tak hanya ditanam oleh DLH dan Distanhorbun, pemerintah desa dan pemerintah kecamaran yang ingin menanam pohon atau melakukan penghijauan pun kami sediakan pohon atau tanamannya," tukas Suryanto Putra.

Diwawancarai terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani melanjutkan dari total 40 kecamatan, 16 kecamatan terdampak bencana alam kekeringan.

"Bencana alam kekeringan paling parah terjadi di Kecamatan Jonggol, dimana dialami warga di enam desa yaitu Desa Singajaya, Sukagalih, Sukajaya, Sukasirna, Sukanegara dan Desa Jonggol," lanjut Adam Hamdani.


Editor : Doni Ramdhani