Hanna Menembus Proyek Dunia

Sebuah desain pencahayaan tidak hanya soal lampu yang menyala. Di balik setiap cahaya yang menerangi ruang, ada perhitungan teknis, konsep desain

Hanna Menembus Proyek Dunia
TEMBUS DUNIA: Hanna Sabrina, alumnus Program Studi TISPA Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang.

INILAH, Semarang - Sebuah desain pencahayaan tidak hanya soal lampu yang menyala. Di balik setiap cahaya yang menerangi ruang, ada perhitungan teknis, konsep desain, hingga pemahaman tentang kenyamanan pengguna.

Dunia itulah yang kini digeluti Hanna Sabrina, alumnus Program Studi Teknologi Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur (TISPA) Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang.

Berbekal ilmu yang diperoleh selama kuliah, Hanna kini dipercaya menangani berbagai proyek pencahayaan berskala internasional di Australia, Selandia Baru, hingga sejumlah kawasan di Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Dia meniti karier sebagai Project Coordinator and Internal Sales pada perusahaan yang bergerak di bidang lighting manufacturing dan illumination engineering di Australia. Dalam pekerjaannya, Hanna menjadi penghubung antara kebutuhan klien dengan proses desain hingga produksi.

“Saya menangani proses mulai menerjemahkan kebutuhan klien menjadi sebuah desain pencahayaan menggunakan produk linear, kemudian menyiapkan quotation, memilih produk yang sesuai, menentukan spesifikasi teknis, hingga memastikan desain siap diproduksi,” katanya, seperti dikutip dari ANTARA.

Tanggung jawab tersebut membuatnya harus memahami berbagai aspek, mulai dari rancangan pencahayaan, spesifikasi teknis, komunikasi dengan klien, hingga standar bangunan modern.

Dia juga terlibat dalam proyek custom linear lighting, sebuah sistem pencahayaan yang dirancang khusus menyesuaikan karakter dan kebutuhan setiap bangunan.

“Saya juga menyiapkan shop drawing baik untuk klien maupun tim produksi,” ujar alumnus angkatan 2021 tersebut.

Saat ini, Hanna secara khusus menangani proyek di wilayah Queensland, Australia. Namun cakupan pekerjaannya meluas hingga Tasmania, Selandia Baru, kawasan Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Perjalanan karier internasional itu tidak lepas dari bekal akademik yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di Sekolah Vokasi Undip. (gin)


Editor : Inilahkoran