Hanni NewJeans Diminta BELIFT LAB untuk Minta Maaf pada ILLIT

BELIFT LAB meminta Hanni NewJeans dan ADOR untuk minta maaf pada girl grup ILLIT.

Hanni NewJeans Diminta BELIFT LAB untuk Minta Maaf pada ILLIT
ILLIT dan NewJeans.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini, BELIFT LAB secara resmi menanggapi tuduhan terkait manajemen ILLIT dalam insiden di mana Hanni NewJeans mengaku telah diabaikan. 

Dalam pernyataan mereka, BELIFT LAB menegaskan bahwa manajemen tidak pernah mengatakan "Abaikan mereka" kepada Hanni NewJeans.

agensi menekankan bahwa ILLIT menyapanya selama pertemuan mereka pada tanggal 27 Mei 2024.

agensi ILLIT juga menjelaskan kronologi yang gerjadi untuk meluruskan permasalahan antara Hanni NewJeans dan ILLIT.

27 Mei: ILLIT dan NewJeans mengadakan pertemuan. Rekaman menunjukkan ILLIT membungkuk 90 derajat kepada Hanni.

13 Juni: NewJeans mengangkat isu tersebut, menuduh bahwa manajemen ILLIT telah mengatakan "Abaikan saja mereka." 

BELIFT LAB tidak dapat memastikan tanggal pasti kejadian tersebut, tetapi mengonfirmasi melalui CCTV bahwa ILLIT telah menyambut Hanni.

19 Juni: Manajemen BELIFT menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak pernah dibuat.

14 Agustus: Setelah pemeriksaan ulang CCTV dengan ADOR, perusahaan keamanan menyatakan bahwa mereka tidak dapat menyimpan rekaman video lebih dari 30 hari.

BELIFT LAB menekankan bahwa manajemen mereka selalu menggunakan bahasa formal saat berkomunikasi dengan artis, sehingga mustahil bagi mereka untuk mengatakan "Abaikan mereka." 

Mereka menyatakan ketidakpuasan dengan tuduhan tak berdasar ini, dengan alasan bahwa tuduhan tersebut berdampak buruk pada citra artis dan staf.

Perusahaan menuntut permintaan maaf dari Hanni dan ADOR tetapi belum mendapat tanggapan.

Mereka menekankan bahwa tuduhan menyesatkan ini tidak hanya merusak reputasi perusahaan tetapi juga berdampak negatif pada moral karyawan mereka.

Dalam pengumumannya, BELIFT menegaskan bahwa mereka telah menyelidiki masalah ini dengan cermat dan telah menyampaikan dua tanggapan resmi kepada ADOR.

Mereka memperingatkan bahwa jika situasi ini terus berlanjut, perusahaan akan mempertimbangkan semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi reputasinya.***


Editor : Irma Nurfajri