Harapan Baru Sepak Bola Indonesia: Larangan Suporter Tamu Berpeluang Dicabut Musim Depan, LIB dan PSSI Siap Berkoordinasi dengan Kepolisian

Larangan kehadiran suporter tim tamu di kompetisi Liga 1 Indonesia mungkin akan segera menjadi cerita masa lalu.

Harapan Baru Sepak Bola Indonesia: Larangan Suporter Tamu Berpeluang Dicabut Musim Depan, LIB dan PSSI Siap Berkoordinasi dengan Kepolisian
Harapan Baru Sepak Bola Indonesia: Larangan Suporter Tamu Berpeluang Dicabut Musim Depan, LIB dan PSSI Siap Berkoordinasi dengan Kepolisian

INILAHKORAN, Bandung – Larangan kehadiran Suporter tim tamu di kompetisi Liga 1 Indonesia mungkin akan segera menjadi cerita masa lalu.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, mengungkapkan bahwa keputusan final mengenai apakah larangan tersebut akan tetap diberlakukan atau tidak, akan ditentukan pada akhir Mei 2025—usai kompetisi musim ini berakhir.

“Yang pasti kita lagi masih ada dalam pendalaman. Akhir Mei ini kita akan ketemu dengan pihak Kepolisian juga untuk persiapan musim depan. Setelah itulah, harapannya sih bisa lah ya, biar lebih menggeliat gitu,” ujar Ferry dikutip dari ANTARA.

Menurut Ferry, LIB sangat berharap agar kehadiran Suporter tim tamu dapat kembali mewarnai atmosfer sepak bola nasional.

Ia menekankan bahwa dukungan dari Suporter tim lawan menjadi salah satu elemen penting dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang semarak dan lebih bergairah.

Sebagai bentuk keseriusan, LIB telah meluncurkan aplikasi Sobat Liga pada akhir April lalu. Aplikasi ini dilengkapi dengan fitur pengenalan wajah yang bertujuan untuk mengenali identitas Suporter, terutama Suporter away, sehingga aspek keamanan dapat lebih terjamin.

“Tanda tanya besarnya apakah Suporter away yang memiliki rivalitas ini bisa lepas atau enggak,” tambah Ferry.

Namun, keputusan ini tidak sepenuhnya berada di tangan LIB atau PSSI. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan bahwa masalah kehadiran Suporter tim tamu bukanlah kewenangan utama PSSI.

“Kalau semua dah siap, polisi oke, klub-klub oke, semua tanggung jawab jelas. Kalau mereka penuhi semua sih oke aja,” kata Arya.***


Editor : Zulfirman