Harga Beras di Jabar Konsisten Naik
Selama beberapa pekan terakhir, harga beras medium dan premium di Jabar konsisten naik. Adanya klaim pemerintah stok aman, nyatanya mampu belum menstabilkan harga beras di pasaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Selama beberapa pekan terakhir, harga beras medium dan premium di Jabar konsisten naik. Adanya klaim pemerintah stok aman, nyatanya mampu belum menstabilkan harga beras di pasaran.
Berdasarkan data panel harga pangan yang dirilis Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa 19 Maret 2023. Dari total 20 komoditas pokok, ada 10 komoditas naik dan turun.
Komoditas yang mengalami kenaikan harga yakni beras medium, beras premium, daging ayam ras, bawang merah dan cabai rawit merah. Sedangkan minyak goreng curah, cabai merah keriting, ikan kembung dan ikan bandeng mengalami penurunan harga ketimbang kemarin.
Komoditas bawang merah melonjak paling tinggi Rp5.470 atau 17,61 persen menjadi Rp36.530 perkilogram. Adapun harga cabai merah keriting turun paling rendah Rp12.530 atau 18,12 persen menjadi Rp56.620 perkilogram.
Mengenai beras, sebelumnya Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin meminta Badan Urusan Logistik (Bulog), untuk mengakselerasi distribusi beras ke pasar guna menormalisasi harga.
Sebab, kenaikan harga beras yang terjadi saat ini diakibatkan kelangkaan di pasar. Sehingga harga beras medium dan premium terus membumbung tinggi.
Padahal sejatinya ketersediaan atau stok pangan beras terbilang aman, tidak langka dan banyak di gudang Bulog. Lantaran impor dari pemerintah pusat sudah beberapa kali dilakukan, untuk menjamin ketersediaan pangan hingga lebaran nanti.
"Bukan langka. Masih sulit mendapatkan beras dari Bulog. beras, untuk jangka pendek ini kami akan berkoordinasi dengan Bulog. Untuk menyediakan di ritel modern," ujarnya beberapa waktu lalu.
Selain itu, dia juga meminta masyarakat agar tidak panic buying. Membeli sesuai kebutuhan, agar tidak memicu kenaikan harga di pasar.
"Stoknya aman sampai lebaran. Tidak boleh panik, disesuaikan dengan kebutuhan saja," ucapnya.
Berikut daftar lengkap harga 20 bahan pangan di Jawa Barat menurut Bapanas per 19 Maret 2024 pukul 08.05 WIB.
• Daging sapi: Rp134.790 perkilogram (turun 1,09 persen)
• Cabai rawit merah: Rp58.540 perkilogram (naik 2,18 persen)
• Cabai merah keriting: Rp56.620 perkilogram (turun 18,12 persen)
• Bawang putih bonggol: Rp41.320 perkilogram (naik 7,83 persen)
• Daging ayam ras: Rp40.440 perkilogram (naik 5,31 persen)
• Ikan Kembung: Rp38.540 perkilogram (turun 6,93 persen)
• Ikan Bandeng: Rp37.490 perkilogram (turun 3,03 persen)
• Bawang Merah: Rp36.530 perkilogram (naik 17,61 persen)
• Ikan Tongkol: Rp34.480 perkilogram (turun 4,59 persen)
• Telur Ayam Ras: Rp32.380 perkilogram (naik 2,66 persen)
• Gula Konsumsi: Rp17.830 perkilogram (naik 6,89 persen)
• beras premium: Rp16.250 perkilogram (naik 2,46 persen)
• Minyak goreng kemasan sederhana: Rp15.630 per liter (turun 4,81 persen)
• beras medium: Rp14.800 perkilogram (naik 3,14 persen)
• Minyak goreng curah: Rp14.620 per liter (turun 8,57 persen)
• Tepung terigu kemasan (non-curah): Rp13.630 perkilogram (naik 6,9 persen)
• Tepung terigu (curah): Rp11.290 perkilogram (naik 11,34 persen)
• Kedelai biji kering (Impor): Rp10.500 perkilogram (turun 5,06 persen)
• Garam halus beryodium: Rp10.310 perkilogram (turun 0,58 persen)
• Jagung tingkat peternak: Rp5.840 perkilogram (turun 6,26 persen) (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

