Hari Anti Korupsi di Garut Berlalu dengan Sepi
Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional/Sedunia yang jatuh pada 9 Desember di Kabupaten Garut berlalu dengan sepi, Senin (9/12/2019).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut-Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional/Sedunia yang jatuh pada 9 Desember di Kabupaten Garut berlalu dengan sepi, Senin (9/12/2019).
Sejak pagi hingga sore, tak tampak ada kegiatan peringatan hari anti korupsi digelar selain kegiatan apel pagi di perkantoran, dan satuan-satuan pendidikan.
Suasana kantor Kejaksaan Negeri Garut, Pengadilan Negeri Garut maupun Markas Kepolisian Resort Garut berlangsung seperti biasa. Tak ada kegiatan apapun termasuk aksi unjuk rasa digelar elemen mana pun mengindikasikan desakan keseriusan penanganan terhadap tindak pidana korupsi pada peringatan Hari Anti Korupsi Internasional itu.
Suasana sama juga tampak di lingkungan gedung DPRD Garut yang sunyi. Terlebih para anggota DPRD setempat disebut-sebut masih sedang melaksanakan reses hari terakhirnya didampingi sejumlah pegawati Sekretariat DPRD.
Padahal pada September lalu, DPRD Garut sempat diwarnai gelombang unjuk rasa dari berbagai elemen, terutama mahasiswa, dan pelajar berkaitan pembatalan atas revisi Undang Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, dan pencabutan draft revisi Undang Undang Kita Hukum Pidana (KUHP).
Perkantoran Setda Garut tempat Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda bersama para asistennya berkantor, diliputi suasana sepi. Kendati sempat digelar acara Pelantikan Dua Pejabat Inspektur Pembantu Inspektorat Kabupaten Garut, serta Dewan Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Garut. Usai acara, para peserta membubarkan diri ke masing-masing tempat kerjanya, dan lingkungan kantor Setda pun sepi.
Namun begitu, dalam sambutannya pada pelantikan, Bupati Garut Rudy Gunawan sempat menyinggung soal peringatan Hari Anti Korupsi Internasional. Dia berpesan agar pegawai di lingkungan Pemkab Garut jangan berbuat/bertindak, atau melakukan percobaan, pembantuan, atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi.
Rudy juga menegaskan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan terjadinya korupsi maka perlu ditingkatkan langkah pengawasan seperti membuat sistem pengawasan intern atas pengadaan barang/jasa. Antara lain dengan penugasan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) yang merupakan lembaga penting dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih.
Belum diketahui alasan sepinya kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di Garut pada Senin itu.Padahal Garut sempat menjadi sorotan nasional gegara kasus korupsi. Bukan hanya pejabat birokrasi bahkan pernah menyeret Ketua DPRD, dan Kepala Daerahnya.
Akan tetapi Ketua DPD Laskar Indonesia Garut menilai belum tentu elemen masyarakat sudah melupakannya. Bisa jadi terkesan sepi karena tak ada aksi demonstrasi atau kegiatan seremonial seperti di daerah lain.
“Mungkin saja elemen pergerakan termasuk kalangan mahasiswa di Garut saat ini tak mengekspresikan apresiasi peringatan Hari Anti Korupsi-nya dengan aksi unjuk rasa, atau kegiatan seremonial lainnya tapi lebih ke evaluasi internal seperti yang kita lakukan. Atau, bisa jadi beberapa elemen menggelar kegiatannya tidak tepat pada hari H peringatan Anti Korupsi, tapi masih di bulan Desember ini,” tutur Dudi.
Dia menyebutkan, Laskar Indonesia Garut sendiri selaku organisasi pegiat anti korupsi pada peringatan Hari Anti Korupsi Internasional kali ini tidak menggelar kegiatan seremonial. Pihaknya justeru lebih menjadikannya sebagai momentum mengonsolidasikan para anggota bagaimana supaya fokus melakukan upaya pemberantasan korupsi.(zainulmukhtar)
Editor : JakaPermana


