Hari Pertama PTM Terbatas di Bandung, Jangan Sampai Covid-19 Menggila Lagi!

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna meminta masyarakat tak abai prokes di hari pertama PTM Terbatas, Rabu 8 September 2021.

Hari Pertama PTM Terbatas di Bandung, Jangan Sampai Covid-19 Menggila Lagi!
Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna.
 
INILAHKORAN, Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna memastikan, kasus Covid-19 masih terkendali. Hal ini berdasarkan keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 dan positivity rate. 
 
"Covid-19 di Kota Bandung sedang sangat bagus. Bed occupancy rate (BOR) di bawah 20. Positivity rate juga diangka 1.91. Artinya sangat terkendali," kata Ema di Yayasan Pendidikan PGII, Jalan Penata Yudha pada Rabu 8 September 2021.
 
Meski telah terjadi penurunan kasus Covid-19, namun kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas yang dimulai hari ini Rabu 8 September 2021, diingatkan dia tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat. 
 
"Perlu diketahui juga, bahwa kasus aktif Covid-19 di kita mengalami penurunan. Tentu ini sangat membahagiakan. Maka saya titip, momentum pembelajaran tatap muka ini jangan sampai disia-siakan. Harus tetap prokes," ucapnya. 
 
Di lain sisi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dikatakan Ema telah mendapat 600 ribu dosis vaksin bagi masyarakat usia 12 hingga 17 tahun. Dirinya pun mendorong, vaksinasi untuk usia pelajar harus kembali berjalan pada  Senin 13 September mendatang. 
 
 
"Ada vaksinasi masif untuk masing-masing sekolah yang akan dimulai 13 September. Levelnya SMP dan SMA. Dan kita tahu, SMA juga sangat agresif, sangat progresif. Tinggal data saja, nanti dinas bersangkutan mendapatkan data valid dari Didik Provinsi," ujar dia. 
 
Dia menambahkan, progres pelaksanaan vaksinasi di Kota Bandung telah mencapai angka di sekitar 68 persen dari target 70 persen pada September ini. Diharapkan hingga penghujung tahun nanti, dosis kedua dapat selesai dilaksanakan. 
 
"Akhir September ini saya kira bisa di atas 70 persen. Desember, dosis dua kita harapkan sudah selesai, dan saya memperhitungkan di Februari Maret 2022 kekebalan kelompok sudah lebih bagus. Dan ketersediaan vaksin masih bagus," tandasnya. (Yogo Triastopo) 


Editor : inilahkoran