Haru Suandharu Harap Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Kebangkitan Bangsa
Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu berharap, Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober dapat menjadi momentum kebangkitan bangsa, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua DPW PKS Jawa Barat Haru Suandharu berharap, Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober dapat menjadi momentum kebangkitan bangsa, dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Haru Suandharu mengatakan, nilai-nilai dalam Pancasila yang diperingati setiap Hari Kesaktian Pancasila sejatinya harus menjadi pedoman pemerintah ketika mengambil keputusan serta kebijakan yang dilakukan. Jangan sampai sikap yang diambil justru menyengsarakan masyarakat.
Mulai dari butir pertama dalam Pancasila, yakni Ketuhanan yang Maha Esa. Dimana pemerintah harus hadir, memberikan ruang kepada penganut agama yang telah disepakati dalam menjalankan ibadahnya.
Demikian pula di butir selanjutnya, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Bagaimana pemerintah menghadirkan kebijakan publik yang menempatkan masyarakat itu beradab dan dimuliakan sebagai manusia.
"Jadi jangan lagi masyarakat antri yang sangat panjang, mau mendapatkan layanan kesehatan susah, mau masuk sekolah susah, mau cari kerja susah. nah ini jangan sampai terjadi," kata Haru Suandharu di Kota Bandung, Minggu 1 Oktober 2023.
Haru Suandharu melanjutkan, pada butir ketiga Persatuan Indonesia. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjadi panutan bagi masyarakat namun juga perekat persatuan bangsa.
"Kita juga harus sama sama mampu mengendalikan diri, jangan sampai justru pemerintah yang malah menjadi provokator perpecahan bangsa," ucapnya.
Termasuk butir keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Khidmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
"Nafas musyawarah ini harus muncul, bukan malah sedikit-sedikit voting. Jangan sedikit-sedikit the winner takes all. Itu kan jadi berat ya dalam membangun keharmonisan bangsa," sambungnya.
Terakhir, kata Haru Suandharu, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dimana menurutnya hingga kini belum terwujud dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, untuk dibenahi supaya rasa keadilan ini tidak hanya dinikmati oleh sebagian kelompok. Melainkan harus dirasakan seluruh bangsa Indonesia.
"Kita akan semakin jauh dari cita-cita Indonesia Maju. Akan jauh dari menjayakan Indonesia. Jadi hanya sebatas slogan saja. Ini perlu diperhatikan, apalagi rentetan dampak yang bisa timbul didalamnya. Jadi saya berharap di momentum ini, semua rekan-rekan di pemerintahan bisa menyadari betul pentingnya nilai-nilai Pancasila dalam melahirkan sebuah kebijakan, jangan sampai amanah yang di titipkan oleh masyarakat justru di salah artikan yang berujung kepada perpecahan bangsa," tutupnya.*** (yuliantono)
Editor : Doni Ramdhani

