Hasad Menghapus Gunungan Amal Baik

Secara terminologi, hasad diambil dari Bahasa Arab, yaitu hasud. Hasad di sini memiliki arti keinginan untuk menghilangkan nikmat yang dimiliki orang lain.

Hasad Menghapus Gunungan Amal Baik
Ilustrasi (Net)

Secara terminologi, hasad diambil dari Bahasa Arab, yaitu hasud. Hasad di sini memiliki arti keinginan untuk menghilangkan nikmat yang dimiliki orang lain. Perasaan hasad atau iri dengki seringkali menghantui perasaan manusia, dan membuat hati terbakar dengan api cemburu.

Misal, seorang perempuan merasa iri saat melihat tetangganya mengganti sofa baru atau menggunakan perhiasan. Timbul perasaan dalam dirinya, bahwa tetangganya itu tidak pantas mendapatkan hal itu.

Contoh lain, saat rekan kerja mendapat penghargaan, ia pun merasa rekan kerjanya itu tidak layak mendapatkannya.

Hasad yang ada dalam diri seseorang, membuat orang itu membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain. Bahkan, ia pun ingin kenikmatan itu hilang dari orang lain dengan segala cara.

Allah Swt berfirman, “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.” (QS Al-Ahzab [33]: 58).

Tanda-tanda hasad

Ada lima tanda untuk mengetahui apakah seseorang itu terjangkit penyakit hasad atau tidak. Pertama, tidak suka dengan nikmat atau rezeki yang didapat. Kedua, suka melakukan ghibah (menggunjing), dan mencari kesalahan orang lain yang dihasudi.

Ketiga, ingin bermusuhan, dan menggagalkan segala rezeki yang didapat oleh orang lain. Keempat, memutuskan hubungan dengan orang lain. Kelima, berpura-pura menyanjung orang yang ia dengki kepadanya.

Selain berbahaya bagi orang lain, sesungguhnya hasad juga berbahaya bagi dirinya sendiri. Apa saja bahayanya?

Pertama, jiwanya tidak tenang. Kedua, mengakibatkan berbagai macam penyakit raga. Ketiga, kehilangan teman. Keempat, menyakiti diri sendiri. Kelima, dapat menghilangkan keimanan kepada Allah Swt. Keenam, memperbanyak dosa. Ketujuh, mengakibatkan kesengsaraan yang abadi. Kedelapan, merusak pahala dari amal-amal baik yang telah dilakukan.

Banyaknya hal-hal buruk yang diakibatkan dari penyakit hati berupa dengki tersebut, sudah diperingatkan oleh Rasulullah saw semasa hidupnya.

“Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling memutuskan hubungan, janganlah saling membenci, janganlah saling memperdaya. Dan, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara,” (HR Bukhari dan Muslim).

Solusi obati penyakit hasad

Beberapa cara yang dapat dilakukan agar terhindar atau mengobati dari penyakit hasad, yaitu memikirkan hal-hal buruk yang akan menimpa jiwa raga, jika terus berlaku dengki. Lalu, memikirkan bahaya dari sisi moril dan agama.

Selanjutnya, memperkuat keimanan  kepada Allah Swt, serta memperbanyak syukur kepada Allah Swt, atas segala kenikmatan atau rezeki yang telah diberikan kepadanya.

Lalu, adakah iri yang dibolehkan? Ada, misalnya iri kepada orang yang lebih cerdas, lebih saleh, dan membuat dirinya termotivasi untuk berbuat baik.

Tapi, iri dan dengki seperti yang telah dibahas di awal paragraf, jelas tidak boleh, dilarang oleh agama, dan dapat merusak pahala dari semua amal saleh yang pernah dilakukan. Maka, perbanyak bersyukur atas rezeki yang telah dimiliki sehingga terhindar dari perasaan iri dengki. (Sukmara Galih)


Editor : suroprapanca